riau24 Tender Proyek Gedung Enam Lantai RSUD Rohul Rp34 Miliar Diulang | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

Pembatalan Tender

Tender Proyek Gedung Enam Lantai RSUD Rohul Rp34 Miliar Diulang

0
Tender Proyek Gedung Enam Lantai RSUD Rohul Rp34 Miliar Diulang
Berita Riau -  Tender Proyek Gedung Enam Lantai RSUD Rohul Rp34 Miliar Diulang

Rohul, Riau24.com - Akhirnya pelaksanaan tender proyek kelanjutan pembangunan gedung enam lantai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasir Pangaraian yang bersumber dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Riau 2016 sejumlah Rp34 miliar dibatalkan.

Baca Juga :
Besok, Firdaus-Ayat Buat Pesta Rakyat 

Semula, ada empat perusahaan yang mengajukan penawaran. Setelah dilakukan evaluasi berkas yang dilakukan oleh Kelompok Kerja (Pokja) 1 Unit Layanan Pengadaan (ULP) Rohul, akhirnya pada Agustus 2016,  PT. Dolok Putra Mandiri ditetapkan sebagai pemenang tender.

Walau sudah ditunjuk pemenangnya, namun akhirnya tender dibatalkan Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran (PA/KPA), karena dari evaluasi yang dilakukan PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) RSUD Rohul, dokumen yang masuk dinilai tidak memenuhi persyaratan.

Dari dokumen penawaran rekanan, dinilai ada kesalahan dan tidak bisa dipenuhi rekanan. Sehingga PPK berkomunikasi ke Pokja 1 dan kemudian mengembalikan berkas untuk dilakukan evaluasi ulang.

“Dari dokumen yang diberikan ada yang tidak sesuai dengan Perpres. Namun ini sifatnya hanya kesalahan teknis saja, karena ada yang salah peletakannya,” sebut Samsul Kamar, selaku Sekretaris ULP Rohul, Selasa (20/9/2016).

Menurut Samsul lagi, terkait hal teknis yang dinilai PA/KPA tidak sesuai yakni mengenai persyaratan lift harus bersertifikat ISO (International Organization for Standardization) dan OHSAS (Occupational Health and Safety Management Systems) atau Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).

“Sedangkan tidak ada yang beredar produk seperti itu untuk lift,” ucap Samsul Kamar.

Samsul juga mengaku, pembantalan proses tender murni karena kesalahan penempatan persyaratan di dokumen. Seharusnya diletakkan dipersyaratan kualifikasi perusahaan, bukan produk/barang.

“Kesalahan ini tetap harus dievaluasi, dan rencananya minggu depan akan dilakukan proses ulang tender. Kini sudah diserahkan ke PPK RSUD untuk dikaji ulang, dan disesuaikan waktu dan anggaran yang tersedia,” jelasnya.

Baca Juga :
Galang Dana Tes Urin DPRD, Mahasiswa UR Kumpulkan Rp 685 Ribu 

Kata Samsul, pembatalan pemenang lelang oleh PA/KPA meski sudah ditentukan pemenand. Tender hal itu tidak melanggar aturan, dan sesuai Perpres Nomor 54 tahun 2010 Pasal 84 ayat 1, Perubahan Nomor 4 tahun 2015.

Karena menurutnya, setelah dievaluasi, pembuktian data, dan ditentukan pemenang tender tidak ada sanggahan dari tiga rekanan lainnya.

“RSUD memiliki wewenang membatalkannya, karena mereka yang lebih mengetaui sistem kerjanya. Kalau Pokja hanya memeriksa secara administratif saja,” ucapnya.

Jelas Samsul lagi, pihak pemenang tender PT. Dolok Putra Mandiri sendiri kini telah melayangkan surat protes, namun setelah dijelaskan soal aturan Perpres mereka akhirnya menerima.

“Proses lelang berikutnya tergantung RSUD, bila berkasnya sudah disampaikan, maka kita akan segera dilelang oleh Pokja satu,” ungkap Samsul.


R24/ags 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru