riau24 Jaga Kebugaran Calon Jamaah Haji, Dinkes Programkan Manasik Kesehatan | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Pekanbaru

Jaga Kebugaran Calon Jamaah Haji, Dinkes Programkan Manasik Kesehatan

1
Berita Riau -  Jaga Kebugaran Calon Jamaah Haji, Dinkes Programkan Manasik Kesehatan

Pekanbaru, Riau24.com- Berdasarkan data usia jamaah haji yang berangkat pada tahun ini yaitu lebih dari 70 persen jamaah haji yang berumur di atas 70 tahun sehingga berstatus resiko tinggi, Dinas Kesehatan Provinsi Riau merencanakan program dalam menjaga kebugaran calon jamaah haji minimal dua tahun sebelum keberangkatan.

"Ini hasil dari evaluasi haji tahun ini karena kebetulan saya menjadi tim asistensi selama 1 bulan dari Kementerian Kesehatan. Jadi yang akan kami tindak lanjuti diantaranya adalah terkait dengan bagaimana dua tahun minimal sebelum keberangkatan, kita akan menjaga kebugaran dari calon jamaah haji," ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Andra Sjafril, Rabu (21/9/16) di Pekanbaru.

Tidak hanya menjaga kebugaran Calon jamaah haji dengan kegiatan Pos Pindu oleh puskesmas untuk secara rutin mendeteksi dini perjalanan penyakit tidak menular yang dimiliki, juga akan dilakukan manasik kesehatan dimana calon jamaah haji akan diberi penyuluhan terkait hal teknis ketika melaksanakan haji.

"Tahun depan kita akan Kami akan membuat suatu manasik kesehatan, semacam penyuluhan selama dua tahun sebelum berangkat. Selama inikan manasik haji dari Kementerian Agama, kita akan tambah dengan manasik kesehatan. Mudah-mudahan kita dapat data dari Kementerian Agama," jelas Andra.

Sehingga, tambah Andra, sepulangnya Tim Kesehatan haji Indonesia (TKHI), ia akan mengumpulkan seluruh persoalan yang dialami oleh timnya. "Kemudian kita akan membuat lembar balik promosi lembar kesehatan," tambah Andra.

Perlunya dilakukan manasik kesehatan, kata Andra dikarenakan temuan jamaah haji asal Riau yang menderita diabetes melitus yang tidak memakai sandal ketika berjalan di suhu sekitar 40 derajat sehingga memunculkan diabetes melitus neuropatik yang menyebabkan ketidakpekaan pada saraf.

"Masyarakat kita itu sangat baik jadi membawa sandal dititip di counter yang terjadi adalah kehilangan sandal sementara suhu udara di atas 40 derajat celcius. Mereka Itu terjadi diabetes melitus neuropatik sehingga tidak terasa saraf sarafnya jalan segitu jauh tanpa sandal ternyata sampai di penginapan melepuh sehingga tidak bisa melaksanakan ibadah. Belum lagi penggunaan sandal jepit, itu tidak disarankan," ungkap Andra.

Selain itu, adanya jamaah yang jatuh ketika menggunakan eskalator yang menyebabkan patah tulang. "Lalu kita akan ajarkan hal-hal yang non teknis, bagaimaan menaiki eskalator, bagaimana menggunakan sepatu, bagaimana sesering mungkin minum lalu membuat air larut gula dan garam. Karena gula banyak tetapi garam tidak ada, itu persoalan kemaren. Oralit terbatas," pungkas Andra.

R24/ntg

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Kasmijon
Kamis, 22 September 2016 07:45 wib
Mantap ne rencana pak kadiskes, lanjutjan la
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru