riau24 Pedagang: Kecek Kalian Pemerintah Firdaus Tu yang Mambali | Berita Riau
Senin, 18 Desember 2017

Pekanbaru

Pedagang: Kecek Kalian Pemerintah Firdaus Tu yang Mambali

0
Berita Riau -  Pedagang: Kecek Kalian Pemerintah Firdaus Tu yang Mambali

Pekanbaru, Riau24.com- Beberapa pedagang yang lapaknya terpaksa harus dibongkar oleh anggota Satpol PP Pekanbaru berang. Pasalnya, sejak Senin (19/9/2016) lalu Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melakukan penertiban pasar di tiga lokasi yaitu Jalan Teratai, Seroja dan Alahuddinsyah atau yang biasa dikenal dengan Pasar Kodim.


Pagi itu, tim penertiban datang di lokasi pasar sekitar pukul 10.00 WIB. Baru saja sampai dan turun dari mobilnya, anggota Satpol PP langsung mengangkut sebuah gerobak pisang milik salah satu pedagang kaki lima yang tengah berjualan di simpang Jalan Teratai.


Gerobaknya diangkut oleh Satpol PP menuju mobil beserta sepeda motornya. Pedagang itu hanya terlihat pasrah tanpa melakukan perlawanan melihat kejadian itu.


Setelah mengangkut gerobak itu, beramai-ramai tim penertiban mendatangi seorang pedagang yang berdagang di depan kios pribadi. Kios tersebut diklaim adalah milik abang kandungnya.


Disini, sikap arogan tim Satpol PP mulai terlihat. Memaksa membawa meja dagangan dan membentak pedagang tak terelakkan.


Emosi pedagang bumbu dapur ini pun terlihat. Saat memberontak, ibu paruh baya itu juga sempat hendak melemparkan satu sendok cabai kepada petugas sanking berangnya.


"Jangan ditarik-tarik dia itu. Iya, kami pindahkan ke dalam. Mati anak kami nanti. Banyak anak kami yang mau dikasih makan," kata pemilik lapak dengan muka marah.


Meskipun akhirnya dagangan ibu ini tak jadi diangkut oleh petugas karena ia langsung memasukkan lapaknya ke dalan kios milik abangnya, marah dan kesal masih tetap mewarnai wajahnya hingga petugas meninggalkan lapak.


Selanjutnya, tim memasuki lapak pedagang buah yang dijaga oleh dua orang ibu-ibu dan satu orang laki-laki. Di tempat ini, terjadi kericuhan. Kedua ibu-ibu itu memarahi tim dengan kasar dan menggunakan bahasa minang karena tim membongkar lapak miliknya. Sumpah serapah dan carut marut keluar dari mulut ibu-ibu ini.


"Tunggulah dulu, tunggulah. Galeh kami banyak bang, bukannyo saketek. Kami membayia pajak sampai kamuko bang (menunjuk halaman tempat ia berjualan). Keceknyo pemerintah mambali ko. Kecek kalian pemerintah Firdaus tu mambali. Ndak bisa manunggu malakik sore dulu do," katanya sambil mengeluarkan kata-kata kasar (carutan).


Setelah lapaknya dibongkar, ibu-ibu itu mengusir anggota Satpol PP. "Lah, lah. Pai lah bang lai. Pai lah lai. Lah babukak ko ha. Pai lah," katanya marah.


Tak berhenti sampai disitu, tim penertiban selanjutnya memasuki lapak sebuah gerobak dagangan nasi ampera yang juga berada di teras salah satu kios.


Pedagang yakni seorang ibu beserta suaminya yang rambutnya tampak sudah memutih terlihat kaget, panik dan takut.


Keduanya memohon kepada anggota Satpol PP yang hendak mengangkut dagangannya agar memberikan waktu satu hari lagi saja.


Tanpa melakukan perlawanan yang keras, ia hanya mengatakan bahwa ia akan segera memindahkan barang dagangannya. "Angkat dulu kursinya," kata salah satu anggota Satpol PP memerintah.


"Satu hari lagi aja, Pak," kata ibu itu kepada anggota yang seolah tak mempedulikan perkataan mereka dan tetap membongkar serta membawa beberapa kursi dan meja makan pedagang ini menuju mobil penertiban.


Sebelumnya, tim penertiban yang dipimpin oleh Asisten I Setdako Pekanbaru, Azwan mengatakan, penertiban kali ini bersifat persuasif dan mengutamakan keselamatan seluruh pihak serta menghindari terjadinya bentrokan.


"Kita disini tidak ada itu negosiasi, jikalau ada yang meminta penangguhan, langsung arahkan ke pasar higienis dan tempat yang sudah sediakan Pemko Pekanbaru," kata Azwan.


R24/uci

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru