riau24 Tidak Tegas, Bupati Inhil Gigit Jari Karena Pembangunan Berjalan Lamban | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

Tidak Tegas, Bupati Inhil Gigit Jari Karena Pembangunan Berjalan Lamban

0
Salah Satu Pembangunan Jalan di Inhil Yang Tak Kunjung Selesai
Berita Riau -  Tidak Tegas, Bupati Inhil Gigit Jari Karena Pembangunan Berjalan Lamban

Inhil, Riau24.com - Ketidaktegasan dan tidak adanya komitmen yang kuat, akhirnya membuat Bupati Inhil, HM Wardan kelabakan begitu mengetahui minimnya progres pekerjaan pembangunan tahun 2016 di Indragiri Hilir.

Apalagi saat ia meninjau progres terhadap 8 paket proyek besar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) di lokasi pada akhir pekan lalu. Melihat pekerjaan kontraktor yang tak kunjung beres, Wardan mengaku miris dan segera menekan rekanan kontraktor sebagai pemenang tender untuk bertanggung jawab pada tugas dan segera menyelesaikan pekerjaan yang sudah ada.


Baca Juga : 
Akibat 8 Paket Proyek, Pejabat Inhil Kembali Dapat "Teror"

Terkait tidak selesainya pekerjaan kontraktor tersebut, hal tersebut sangat disesalkan oleh Ketua LSM PERAN Inhil, Firmansyah saat ditemui di kantornya, Jum'at (23/9/2016) "Bupati kena senjata bumerang. Karena kebijakan yang tidak tegas serta lemahnya komitmen, akhirnya dia sendiri yang kena batunya. Progress pekerjaan 8 paket jumbo, namun baru dilelang pada bulan Agustus. Kapan bisa selesai pembangunannya ?, " sesalnya.

Jelas Firmansyah lagi, upaya bupati dan beberapa pihak yang mencoba mendesak rekanan dan dinas terkait untuk mensegerakan pekerjaan dinilai terlambat dan tidak ada gunanya, mengingat waktu yang sudah semakin mepet.

"Saat ini rekanan kontraktor pasti berpikir panjang untuk melanjutkan pekerjaan, sebab topografi Inhil yang sulit. Belum lagi dipengaruhi oleh pasang surut air laut serta masuknya musim hujan dan waktu yang tinggal 2 bulan lagi. Hal ini pasti akan menjadi pertimbangan utama. Daripada melakukan pekerjaan beresiko, lebih baik tidak, " jelasnya.


Baca Juga :
Proyek Pembangunan Jalan Terkesan Lambat, Dewan Kecam Kontraktor

Tidak becusnya pekerjaan pembangunan saat ini, menurut Firman merupakan cermin kegagalan si pengambil kebijakan, bukan salah pihak lain seperti rekanan kontraktor sebagai pemenang tender.

"Setahu saya, APBD Inhil 2016 sudah disahkan pada akhir tahun 2015 yang lalu, tapi kenapa baru pada Agustus 2016 proses lelang dimulai ? Jadi jangan tekan dan salahkan rekanan, ini murni kesalahan eksekutif sebagai pelaksana anggaran. Kalau semuanya menyalahkan rekanan kontraktor, ini bisa saja dianggap seperti lempar batu sembunyi tangan alias tidak mau disalahkan, " tukasnya.

Akibat utama dari kegalauan tersebut sudah pasti rakyat kecil alias masyarakat Inhil yang akan jadi korban.

"Kalau sudah seperti ini, kami sebagai masyarakat harus siap-siap gigit jari, karena akan kembali menjadi pihak yang sangat dirugikan. Berharap dapat menikmati infrastruktur yang lebih baik, namun karena pengambil keputusan yang terlalu lamban, sudah dapat dipastikan infrastruktur yang puluhan tahun ditunggu hanya angan-angan belaka", tutup Firmansyah. (***)





R24/rgo 

 
 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru