riau24 Motor Ditahan Karena Lakalantas, FIF Desak Nasabah Bayar Uang Tebusan | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

Motor Ditahan Karena Lakalantas, FIF Desak Nasabah Bayar Uang Tebusan

3
Motor Ditahan Karena Lakalantas, FIF Desak Nasabah Bayar Uang Tebusan
Berita Riau -  Motor Ditahan Karena Lakalantas, FIF Desak Nasabah Bayar Uang Tebusan

Siak, Riau24.com - Sungguh malang nasib keluarga Bu Siti Sulifah, warga Kampung Kemuning Muda, Kecamatan Bungaraya. Baru beberapa bulan yang lalu tertimpa musibah karena anak kandungnya menabrak orang dalam suatu kecelakaan lalu lintas hingga korban meninggal saat menggunakan kendaraan motor merk Vario 125 BM 5697 YV.

Kini persoalan keluarganya ditambah dengan paksaan beban biaya penebusan kendaraan bermotor miliknya yang masih kredit oleh perusahaan pembiayaan FIF.


Baca Juga :
Satu Tewas dan Satu Luka Berat Dalam Kecelakaan Tunggal Di Bengkalis

"Kami bingung pak, motor kami masih kredit dan kemarin anak saya mengalami kecelakaan dan menabrak orang hingga meninggal. Alhamdulilah kasus keluarga ini bisa berakhir dengan cara damai dengan pihak keluarga korban. Namun yang memberatkan kami, saat ini kendaraan itu (motor Vario, red) masih di Polres Siak. Dan pihak dealer dari FIF meminta kepada kami dana sebesar Rp. 1,5 juta untuk menebus kendaraan itu. Mereka bilang (karyawan FIF) akan mengambil motor itu karena kami belum bayar angsuran selama 2 bulan lebih dan meminta dana tebusan," kata Rido, anak dari bu Siti Sulifah.

Lebih lanjut Rido mengungkapkan, pemilik STNK itu atas nama Anif Fathan Ansori, dan angsuran kreditan motor  itu sudah berjalan 16 bulan. 

"Untuk itu kami dari keluarga Bu Siti Sulifah merasa keberatan dengan dana penebusan itu. Namun pihak FIF meminta dana itu sampai tanggal 25 September, karena tanggal 25 September 2016 ini penutupan buku," keluhnya.

Ketika ditanya, apakah pihak FIF sudah memberikan surat putusan pengadilan kepada nasabah untuk mengambil kendaraan itu, ia menjawab belum.

"Pihak FIF belum memberikan surat putusan pengadilan untuk mengambil kendaraan kami, dan jujur kami sudah tak sangup lagi melanjutkan kreditan, untuk itu kalau memang mau ditarik kami persilahkan saja, namun kami jangan dibebani biaya lagi untuk penebusan kendaraan itu," harapnya.

Menanggapi hal ini, Kepala cabang FIF Kabupaten Siak, Abdi  menjelaskan, bahwa pihaknya tidak melakukan penekanan kepada nasabah untuk membayar tebusan motor di Polres. Namun pihaknya mengakui bahwa pernah memberikan informasi kepada nasabah untuk tebusan motor itu sekitar Rp1,5 juta.

"Dan biasanya kalau kita mengambil kendaraan di kepolisian itu dikenakan biaya sekitar itu (Rp1,5 juta)  makanya kita beritahukan kepada nasabah. Dan kemungkinan-kemungkinan itu bisa saja terjadi untuk biaya penebusan. Kalau kita sendiri dari FIF yang menebus kendaraan itu, tentunya kendaraan itu kembali ke FIF," jelasnya.

Baca Juga :
Ngebut, Dua Orang Tewas di Tempat Diseruduk Mobil Innova

Dijelaskannya, sesuai dengan perjanjian yang sudah dibuat, kalau keterlambatan nasabah sampai 1 hari tidak mengangsur, itu sudah terhidung wanpretasi. Dan kalau sudah lebih 2 bulan tidak mengangsur pihaknya langsung akan menarik kendaraan tersebut.

"Jadi jangankan 2 bulan terlambat, satu hari terlambat saja kita bisa  langsung tarik kendaraan tersebut, karena berdasarkan UU Fidusia pasal 15 ayat 2," tegasnya.

Berdasarkan undang-undang fidusia, pihak leasing atau perusahaan pembiayaan tidak dapat melakukan penarikan atau penyitaan barang, jika belum mendapat surat putusan pengadilan. 
Karena tindakan menyita paksa barang oleh kreditur dan debt collector-nya adalah pelanggaran hukum, maka tindakan itu dapat berindikasi tindak pidana pencurian. 
Hal tersebut tertuang dalam pasal 362 KUHP – mengambil barang yang sebagian atau seluruhnya milik orang lain secara melawan hukum. Atas pelanggaran hukum tersebut, pembeli sepeda motor berhak melaporkannya kepada polisi. (***)

 
 


R24/lin 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Miko
Senin, 26 September 2016 11:35 wib
biarin aja fifnya ga usah dipeduliin
Lena
Senin, 26 September 2016 11:35 wib
ya udah suruf FIFnya aja yang ambil motornya di kantor polisi..cuekin aja bu
Ozi
Senin, 26 September 2016 11:34 wib
biasanya itu tukang tagihnya yang suka maksa nasabah buat bayar
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru