riau24 SPP Tak Transparan, Ratusan Mahasiswa UPP Tuntut Rektor Mundur | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

Demo Mahasiswa

SPP Tak Transparan, Ratusan Mahasiswa UPP Tuntut Rektor Mundur

0
SPP Tak Transparan, Ratusan Mahasiswa UPP Tuntut Rektor Mundur
Berita Riau -  SPP Tak Transparan, Ratusan Mahasiswa UPP Tuntut Rektor Mundur
Rohul, Riau24.com - Ratusan mahasiswa Universitas Pasir Pengaraian (UPP), Rokan Hulu, Riau gelar aksi demo menuntut Rektor UPP mundur, karena tidak adanya transparansi anggaran SPP dan Hibah, Senin pagi (26/9/2016) di kampus.
 
Dari informasi yang dihimpun menyebutkan, aksi demo yang digelar sejak pukul 09.00 Wib itu berlangsung tertib dan masiswa sempat melakukan long march dari masing masing Fakultas ke Gedung Rektorat.
 
Dari kertas selebaran yang dibawa, terdapat tulisan berbunyi tuntutan pendemo terhadap Rektor UPP, sebanyak empat poin tuntutan.
 
Pertama, tidak adanya transfaransi penggunaan anggaran oleh penyelenggara Kampus tersebut, yakni menyangkut dana SPP dan dana hibah Pemerintah Daerah (Pemda).


Baca Juga :
Pipa Minyak BOB PT BSP Bocor, Meleber Hingga Ke Halaman Warga

 
Kedua, kurangnya dukungan serius dari pihak Rektorat untuk kegiatan kemahasiswaan, diantaranya kegiatan PKM dan kantin Kampus yang bebas.
 
Ketiga, sarana dan pra sarana yang tidak memadai, seperti, parkir, Wc, Fasilitas pendukung dalam ruangan kelas, identitas mahasiswa/KTM, jaringan Wifi, mobil kampus yang tidak layak pakai.
 
Keempat, Kegiatan kunjungan industri perlu dikaji ulang, seperti, untuk apa kunjungan itu dilakukan, wajib atau tidak untuk ikut, biaya kunjungan industri dan syarat dan ketentuan mengikuti kunjungan industri.
 
“Jika tuntutan mahasiswa tidak direspon oleh pihak Rektorat, maka Rektor UPP sebaiknya mundur saja,” teriak seorang pendemo bernama Alfa.
 
Namun, mahasiswa tidak bisa menyampaikan langsung aspirasi dan tuntutannya, karena Rektor UPP dan pucuk pimpinan UPP lainnya tidak berada di tempat. Mereka hanya diterima oleh Ikhsan Gunawan, Pembina Kemahasiswaan.
 
Mahasiswa kemudian membuat perjanjian tertulis yang ditanda tangani bersama Pembina Kemahasiswaan untuk disampaikan langsung kepada Rektor UPP.
 
“Ada dua poin isi perjanjian yang dibuat, yakni, untuk menghadirkan Rektor UPP dan pihak Rektorat lainnya menjelang besok, jika tidak bisa maka Mahasiswa akan mogok belajar kuliah serta melanjutkan aksi demo,” kata Alfa Syahputra, Gubernur BEM Fekon UPP.
 
Sementara itu Rektor UPP, Prof Felik Feliatra, belum bisa dikonfirmasi menyangkut aksi mahasiswa yang menuntutnya untuk mundur tersebut. (***)
 
 
 R24/ags
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru