riau24 Riau Maksimalkan Pengembangan 3 Pelabuhan Sebagai Akses Asia Tenggara | Berita Riau
Jumat, 15 Desember 2017

Pekanbaru

Riau Maksimalkan Pengembangan 3 Pelabuhan Sebagai Akses Asia Tenggara

0
Berita Riau -  Riau Maksimalkan Pengembangan 3 Pelabuhan Sebagai Akses Asia Tenggara

Pekanbaru, Riau24.com- Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Ahmad Hijazi menuturkan, kedepannya Provinsi Riau akan memaksimalkan pintu utara, tengah dan selatan, dalam rangka mewujudkan misi Riau sebagai daerah yang memiliki akses dengan negara-negara di Asia Tenggara sehingga mampu mengekspor tidak hanya logistik juga barang-barang industri.

“Sehingga akan terwujudlah misi kita menjadikan Riau sebagai daerah yang merupakan simpul ekonomi di Pulau Sumatera karena 90 persen perdagangan dunia dilakukan melalui jalur laut,” ujar Ahmad Hijazi di Pekanbaru beberapa waktu lalu.

Dikatakan Ahmad, Riau berkomitmen memajukan poros ekonomi melalui pintu utara yang terbagi Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hilir dan Rokan Hulu karena keempat daerah ini memiliki akses ke Selat Melaka. Terlebih lagi, 40 persen perdagangan dunia dilakukan melalui Selat Melaka.

“Kita tahu selat malaka itu merupakan laut tersibuk, selat tersibuk Ini sudah di hitung oleh beberapa tim kajian dari Singapura, bahkan negara itu dari awal sudah melihat peluang ini. Tapi sayangnya kita yang juga berhadapan dengan Selat Malaka kurang memanfaatkan peluang ini,” keluh Ahmad.

Kemudian pintu tengah yang merupakan Pelabuhan Buton yaitu Kabupaten Siak, Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kabupaten Pelalawan, terakhir pintu selatan. Sehingga upaya ini bisa menjadi satu aliansi strategis untuk secara bersama membangun kawasan strategis di ketiga pelabuhan di Riau, Pelabuhan Kuala Enok, Pelabuhan Dumai dan Pelabuhan Buton.

Dengan terlaksananya pengembangan ketiga pelabuhan di Riau ini, diharapkan aksebilitas ekspor komoditi Riau akan lebih mudah karena penunjang ekonomi ke depan adalah sistem logistik. “sehingga kita tidak saja kita mengekspor CPO, tidak saja kita mengekspor kelapa bulat, tidak saja kita mengekspor karet, tetapi kita juga bisa mengekspor barang-barang industri,” sambung Ahmad.

Dikatakan Ahmad, upaya ini bermula dengan dibentuknya anak perusahaan PT. PER dengan mengundang 3 kabupaten yang berada di Jalur Kuala Enok yaitu Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir bersama dengan PT. PER dan Pelindo yang secara teknis akan mengelola pelabuhan tersebut.

“Oleh karena itu, kenapa kita mengharapkan ketiga stakeholder yang terkait, karena kita ingin pemerintah daerah itu punya peran. Provinsi keterlibatannya sebagai fasilitator, jadi kita diwakili oleh PT. PER dan pemerintah pusat diwakili oleh Pelindo,” tutup Ahmad.

R24/ntg

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru