riau24 Tenaga Kerja Riau Yang Tersertifikasi tidak Lebih dari 2000 | Berita Riau
Senin, 11 Desember 2017

Pekanbaru

Tenaga Kerja Riau Yang Tersertifikasi tidak Lebih dari 2000

0
Berita Riau -  Tenaga Kerja Riau Yang Tersertifikasi tidak Lebih dari 2000

Pekanbaru, Riau24.com- Berjalannya program MEA sejak awal bulan tahun 2016 ini, menuntut diberikannya sertifikat bagi pekerja Indonesia sebab hal ini akan berkaitan dengan kemampuan yang berujung pada sistem penggajian, sejauh ini tidak lebih 2000 tenaga kerja Riau yang telah disertifikasi.

“Paling banyak 2000 tenaga Riau yang disetifikasi, itu untuk sektor sektor perpit. Kalau boiler rata-rata sudah sertifikasi, kalau tidak ya tidak dikasih kerja mereka itu,” ujar Rasidin selaku Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penduduk dan transmigrasi beberapa waktu lalu.

[Kadisbun: Program Repalnting Tergantung Pada Kesiapan Petani]
 

Namun katanya, sudah lebih dair 10.000 ribu tenaga Riau yang saat ini sedang dalam masa sertifikasi. “Kalau digabung dengan kebun dari 10.000, yang terakhir itu chevron mempersyaratkan sertifikasi itu baru 13 item yang memang lagi dalam proses. Saya kemarin pipeters saja kemarin sudah lebih dari 6000, yang hanya mengurus pipa-pipa itu. Belum lagi nanti yang ahli-ahli boilernya, tapi rata-rata kalau boiler sudah banyak yang sertifikasi. Di bidang kebun operator angkutnya tidak semuanya, masih banyak yang belum,” terang Rasidin di Kantor Gubernur Provinsi Riau.

Tambah Rasidin, Pemerintah sedang gencar-gencarnya melakukan sertifikasi pada tenaga Riau sebab di era MEA, sertifikasi adalah suatu hal yang wajib dimiliki oleh tenaga kerja terkait kemampuannya dan upah yang aka diterima.

[Jelang Penutupan PON, Riau Duduki Posisi KE 7]
 

“Kalau dulukan diperbolehkan jika mahir, dia masuk. Tapi dengan era global sekarang semua mereka harus punya sertifikat. Dengan sertifikasi tadi daya saing menjadi kuat, termasuk upah dia. Dan untuk beradaptasi dengan MEA memang sertifikasi harus kita lakukan baik,” tambah Rasidin.

Sebab, ketika seroang pekerja memiliki sertifikat, maka dipercaya mereka ahli dibidangnya sehingga akan dibayarkan lebih mahal dari sebelumnya. “Kalau sertifikasi kan standarnya sudah ada, biasa dibayar lebih mahal karena lebih ahli di bidangnya. Sertifikasi itu nanti kita lakukan dengan pendidikannya, ada pelatihannya terus terakhir uji kompetensi. Mau tidak mau harus diterima” tutup Rasidin.

R24/ntg

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru