riau24 Gerah Dituduh Menguasai Hutan Milik Negara, Ini Jawaban Wabup Kuansing | Berita Riau
Sabtu, 16 Desember 2017

Polemik Hutan Lindung Bukit Betabuh

Gerah Dituduh Menguasai Hutan Milik Negara, Ini Jawaban Wabup Kuansing

0
Gerah Dituduh Menguasai Hutan Milik Negara, Ini Jawaban Wabup Kuansing
Berita Riau -  Gerah Dituduh Menguasai Hutan Milik Negara, Ini Jawaban Wabup Kuansing
Kuansing, Riau24.com – Dituding membuka dan menguasai Hutan Lindung Bukit Betabuh di Desa Seberangan Cengar, Kecamatan Kuantan Mudik seluas 180 hektar untuk dijadikan kebun kelapa sawit oleh Yayasan Riau Madani, membuat Wakil Bupati Kuantan Singingi, H. Halim angkat bicara. 

Kasus perdata yang kini digulirkan di Pengadilan Negeri Rengat beberapa waktu lalu, membuat Wakil Bupati Kuansing gerah.


Dalam jumpa pers dengan insan media di ruang kerjanya pada Kamis (29/9),  H. Halim menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memiliki lahan seluas 180 hektar di Hutan Lindung Bukit Betabuh (HLBB) tersebut. Ia mengakui hanya memiliki kebun seluas 90 hektar, termasuk didalamnya merupakan lahan wakil ketua DPRD Kuansing.

''Saya memang akui, memiliki kebun di Seberang Cengar tersebut, tapi tidak sebanyak yang dituding oleh LSM Yayasan Riau Madani yakni 180 hektar, karena yang saya miliki hanya setengahnya saja yakni 90 hektar. Dan tanah yang saya miliki tersebut juga bukan berada di wilayah hutan lindung. Kebun saya ini berbatasan langsung dengan hutan lindung dan juga kebun PT. Tri Bakti Sarimas (PT.TBS),'' paparnya.

Menurutnya, lahan seluas 90 hektar tersebut ia peroleh dari masyarakat setempat dan merupakan kebun karet tua, yang diolah kembali menjadi kebun baik tanaman durian, rambutan, cempedak, dan sebagainya.


Baca Juga :
Tas Terbuat Dari Kulit dan Kepala Kucing Asli Ini Bernilai Puluhan Juta


“Masak iya saya nekad untuk membuat kebun di hutan lindung, itu kan sangat tidak masuk akal dan sudah jelas melanggar peraturan. Justru saya malah membuat penghijauan dan menanam tanaman yang bermanfaat seperti tanaman buah-buahan seperti pohon durian, rambutan dan cempedak", ujarnya lagi.

H. Halim juga menceritakan bila kebun yang dibelinya tersebut sudah dilengkapi dengan dokumen seperti sertifikat dan Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) yang ditandatangani oleh Camat dan Kepala Desa setempat. 

Sedangkan staff BPN Kuansing bagian pengukuran, Seven Reno yang bertindak untuk mengukur langsung kebun H. Halim menyebutkan, "Kebun pak Wabup tidak termasuk dalam lahan hutan lindung Bukit Betabuh, bahkan sewaktu saya mengukur hanya berisi kebun karet tua dan berbagai jenis pohon lainnya. Saya yang langsung terjun ke lapangan untuk mengukur lahan pak Halim. Karena setiap pak Halim beli kebun yang diserahkan masyarakat, maka saya yang bertugas untuk langsung mengukur. Bahkan pak Halim malah meminta masyarakat untuk menjadikan kebun tua tersebut menjadi muda kembali," tuturnya.

Dilanjutkan Wabup Kuansing lagi, pihaknya siap untuk melakukan peninjauan ke lokasi kebun tersebut.

"Jangan suka hanya main tuding saja. Tetapi kalau mau, langsung turun ke lokasi untuk melihat kenyataannya secara nyata", sesalnya.  (***)




R24/zar

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru