riau24 Selain Riau, Provinsi Ini Turut Miliki HGU Ratusan Hektar di Bukit Betabuh | Berita Riau
Jumat, 15 Desember 2017

Polemik Hutan Lindung Bukit Betabuh

Selain Riau, Provinsi Ini Turut Miliki HGU Ratusan Hektar di Bukit Betabuh

0
Selain Riau, Provinsi Ini Turut Miliki HGU Ratusan Hektar di Bukit Betabuh
Berita Riau -  Selain Riau, Provinsi Ini Turut Miliki HGU Ratusan Hektar di Bukit Betabuh
Kuansing, Riau24.com – Dinas Kehutanan Kabupaten Kuantan Singingi menyatakan sebanyak 500 hektare Hak Guna Usaha (HGU) PT Sumbar Andalas Kencana (SAK) berada di kawasan hutan lindung Bukit Betabuh Kecamatan Pucuk Rantau, Kuansing.

Perusahaan perkebunan kepala sawit yang berpusat di Kabupaten Dharmasraya Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), berada tidak jauh dari perbatasan Provinsi Riau - Sumbar.

"Jadi ada sekitar 500 hektare HGU dari PT SAK, yang berada di kawasan hutan lindung Bukit Betabuh Kecamatan Pucuk Rantau, dimana kawasan tersebut masuk dalam wilayah Kuansing," ungkap Plt. Kepala Dinas Kehutanan Kuantan Singingi, Abriman, S. Hut ketika dihubungi Riau24.com  saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.


Baca Juga :
Walikota Santai Tanggapi Keluhan Pedagang Soal Sepi Pembeli 


Masuknya 500 hektare HGU tersebut di kawasan Hutan Lindung Bukit Betabuh ini, dibuktikan dengan adanya tapal batas perbatasan tiga provinsi, Riau - Sumbar - Jambi di wilayah perusahaan PT SAK.

"Tapal batas ini dibangun pada tahun 2004 oleh pemerintah pusat. Di titik ini, berbatasan dengan tiga provinsi," paparnya.

Selain PT SAK, katanya, ada juga PT. TC yang sebagian HGU-nya berada di Kuansing. Dengan adanya kebun PT SAK dan PT TC, membuktikan bahwa perambahan hutan lindung Bukit Betabuh tidak hanya terjadi dari wilayah Kuansing. Tapi, juga dari wilayah perbatasan Riau,” tukasnya‎.  (***)




R24/dev 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru