riau24 Ketua DPD Gerindra Kuansing Yakin Wabup Kuansing Tak Bersalah | Berita Riau
Kamis, 14 Desember 2017

Polemik Hutan Lindung Bukit Betabuh

Ketua DPD Gerindra Kuansing Yakin Wabup Kuansing Tak Bersalah

0
Ketua DPD Gerinda Kabupaten Kuansing, Juprizal S.E
Berita Riau -  Ketua DPD Gerindra Kuansing Yakin Wabup Kuansing Tak Bersalah
Kuansing, Riau24.com – Tudingan yang dilontarkan oleh Yayasan Riau Madani kepada Wakil Bupati Kuantan Singingi, H. Halim terkait kepemilikan kebun di wilayah Hutan Lindung Bukit Betabuh Desa Seberang Cengar Kecamatan Kuantan Mudik seluas 180 hektar, menimbulkan reaksi dari masyarakat.

Salah satunya dari Ketua DPD Gerinda Kabupaten Kuansing yang menganggap tuduhan tersebut tidak benar.


“Tidak mungkinlah seorang Wakil Bupati Kuansing sekelas Pak H. Halim akan seceroboh itu", ungkap Ketua DPD Gerindra Kabupaten Kuantan Singingi, Juprizal, SE ketika dihubungi Riau24.com, Jum’at (30/9).

Menurut Juprizal, kebun yang dimiliki oleh Wakil Bupati Kuantan Singingi, H. Halim, awalnya merupakan kebun milik masyarakat.


Baca Juga :
Gerah Dituduh Menguasai Hutan Milik Negara, Ini Jawaban Wabup Kuansing

“Dulu kebun yang dimiliki Pak Halim adalah milik masyarakat yang telah lama ditinggalkan. Karena tidak dibersihkan akhirnya dipenuhi oleh semak belukar,” paparnya.

Lahan yang diklaim oleh Yayasan Riau Madani dikatakan merupakan lahan Hutan Lindung. Namun menurut Juprizal, lahan tersebut berada di perkampungan masyarakat Desa Seberang Cengar Kecamatan Kuantan Mudik.

“Lahan yang dimiliki oleh Pak Halim berada di perkampungan masyarakat Desa Seberang Cengar Kecamatan Kuantan Mudik. Bahkan salah satu keluarga saya yang bernama Suherman juga turut mengolah kebun tersebut,” pungkasnya.

Sekitar tahun 2010, masyarakat mengaku tidak sanggup lagi mengolah kebun tersebut sehingga dijual dan dibeli oleh Wakil Bupati Kuansing H. Halim.


Baca Juga :
Selain Riau, Provinsi Ini Turut Miliki HGU Ratusan Hektar di Bukit Betabuh


"Masyarakat tidak sanggup merawat kebun tersebut dikarenakan membutuhkan biaya yang sangat besar. Apalagi masyarakat disana sangat membutuhkan biaya untuk menyekolahkan anak-anaknya dan keperluan lainnya. Jadi dijual ke Pak Halim", ujarnya.


Terkait luas kebun yang diclaim oleh Yayasan Riau Madani sebagai milik H. Halim, Juprizal juga menyanggahnya.

"Tidak benar pak Wabup memiliki luas kebun hingga mencapai 180 hektar. Karena di Bukit Betabuh tersebut bukan hanya pak Wabup saja yang punya lahan, banyak juga orang yang memilikinya", tutupnya. (***)




R24/zar 
 
 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru