riau24 Terkait Pungutan Liar, Kajari Kampar Akan Panggil Dinas Pendidikan | Berita Riau
Kamis, 14 Desember 2017

SK Guru

Terkait Pungutan Liar, Kajari Kampar Akan Panggil Dinas Pendidikan

0
Terkait Pungutan Liar, Kajari Kampar Akan Panggil Dinas Pendidikan
Berita Riau -  Terkait Pungutan Liar, Kajari Kampar Akan Panggil Dinas Pendidikan

Kampar, Riau24.com - Terkait adanya pungutan liar yang dilakukan kepada guru-guru sertifikasi yang mengambil SK kini akan mulai diselidiki oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kampar. Rencananya Kejari akan segera melakuan penyelidikan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kampar.

Pungutan liar tersebut terjadi ketika ratusan guru sertifikasi datang ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kampar untuk mengambil SK. Saat itu mereka dipungut biaya Rp 50 ribu untuk masing-masing orang.

Saat dihubungi oleh awak media, Jum'at (30/9/2016) Kajari Kampar, Hj Rosmiyati SH, MH mengatakan tidak boleh ada pungutan yang dilakukan oleh dinas pemerintah. Selain melanggar aturan, pungutan yang dilakukan pun sifatnya tidak resmi.

Ada beberapa langkah yang dilakukan oleh Kajari Kampar menurut Hj Rosmiyati terkait kasus pungutan liar tersebut," Dinas-dinas terkait akan dipanggil oleh kejaksaan untuk dilakukan penyelidikan. Dan saya juga menghimbau kepada guru-guru yang dimintai uang pada saat mengambil SK kemarin agar kembali mendatangi dinas dan meminta uang tersebut" ungkap Rosmiyati.

Sekedar diketahui, ketika ratusan guru sertifikasi mengambil SK ke dinas pendidikan dan kebudayaan kampar, mereka dipungut biaya Rp 50 ribu perkepala. Mereka memungut biaya berdalih atas nama suka rela.

Namun bantahan kalau Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kampar mengadakan pungutan liar dibantah oleh Kadis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kampar, Nasrul. Ia membantah sudah memberikan perintah untuk melakukan pungutan tersebut.

Beberapa anggotanya yang terlibat dalam penerimaan sumbangan yang disebut pungli tersebut juga sudah dipanggil oleh Nasrul untuk diverifikasi.

"Tidak ada pungutan liar sejumlah Rp 50 ribu seperti yang ditentukan. Para guru itu memberi sumbangan sukarela, karena merasa terbantu. Jumlahnya juga hanya Rp. 2 ribu hingga Rp. 10 ribu saja, "ujarnya.  (***)

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru