riau24 Konflik Lima Desa, Ini Penjelasan Pemkab Rohul | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

Sengketa Tapal Batas

Konflik Lima Desa, Ini Penjelasan Pemkab Rohul

0
Ilustrasi (Internet)
Berita Riau -  Konflik Lima Desa, Ini Penjelasan Pemkab Rohul
Rohul, Riau24.com - Seperti tak pernah ada titik terangnya, konflik lima desa, yakni desa Intan Jaya, Tanah Datar, Muara Intan, Rimba Makmur dan Desa Rimba Jayan  yang menjadi polemik di dua kabupaten, Rokan Hulu dan Kampar, masih sama-sama mengklaim lima desa tersebut masuk ke daerahnya. 
 
Seperti yang diungkapkan oleh Asisten I Setda Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Juni Syafrin mengungkapkan, lima desa masih menjadi milik Rohul, sesuai  undang-undang (UU) Nomor 53 tahun 1999 tentang pembentukan Kabupaten, Pelelawan, Rohul, Rohil, Siak, Karimun, Natuna, Kuansing, dan Kota Batam, telah diubah dengan UU RI nomor 11 tahun 2003.
 
Ia menambahkan berdasarkan pasal 14 Ayat 10 UU RI nomor 53 tahun 1999 untuk penentuan batas wilayah secara pasti dilapangan ditetapkan oleh Menteri dalam Negeri (Mendagri). 
 
Untuk itulah sesuai dengan keputusan Mendagri melalui Dirjen Pemerintahan umum menegaskan permasalahan lima desa, dengan nomor Surat. 136/1431/PUM pada 17 September 2009 prihal penyelesaian lima desa. 
 
Pada poin 4 huruf a menyatakan, lima desa berada dalam cakupan wilayah administrasi kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rohul. 
 
"Atas dasar itulah Pemkab Ruhul telah melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan serta pelayanan kepada masyarakat dan pembangunan baik fisik maupun non fisik di lima desa itu," katanya, Minggu (2/10/16).


Baca Juga :
Ditengah Hujan, Bupati Siak Semangat Pimpin Upacara

 
Lebih lanjut dijelaskannya, gugatan ke pengadilan tata usaha negara adalah bersifat administrasi yang objek gugatannya, yakni Surat Mendagri nomor 135.6/824/SJ tanggal 2 Maret 2010 perihal penegasan batas wilayah lima desa, ‎tidak serta merta hak keperdataan masyarakat di lima desa tersebut dapat berpindah ke Kampar. 
 
Menurutnya, didalam amar putusan Mahkamah Agung RI tidak ada menyebutkan bahwa lima desa masuk ke Kabupaten Kampar, karena kewenangan penegasan batas daerah tersebut adalah kewenangan mendagri yang produk hukumnya Peraturan mendagri  pasal 3 ayat 2 pemendagri Nomor 76 Tahun 2012. 
 
Untuk itulah, dirinya meminta Pemprov Riau dalam hal ini Biro Pemerintahan Setda Pemprov Riau agar mencermati Surat mendagri Nomor: 135/2779/SJ tanggal 31 Mei 2013, perihal penegasan batas daerah Rohul dan Kampar, dengan pedoman Permendagri Nomor 76 tahun 2012.
 
Juni Syafrin menjelaskan, pasca putusan MA RI tersebut, Mendagri telah menyurati Gubri dengan surat Nomor 135.6/2779/SJ, perihal penegasan batas daerah Rohul dan Kampar yang intinya pada point 2, diminta Pemprov Riau melaksanakan percepatan penegasan batas daerah Kampar dan Rohul secara utuh dan menyeluruh. 
 
"Tapi sampai sekarang hal tersebut belum pernah dilakukan sebagaimana yang diamanatkan dalam pasal 25 ayat 2, Pemendagri 76 Tahun 2012 tentang Penegasan Batas Daerah," terangnya. 
 
Lebih lanjut dijelaskannya dan yang terpenting Gubernur melaporkan hasil penyelesaian sebagaimana dimaksud pasal 26 ,27, dan 28 kepada Menteri, dilampiri dengan berita acara selesainya perselisihan yang ditandatangani oleh Bupati/Walikota yang berselisih.


Baca Juga :
XL Luncurkan Layanan 3G yang Lebih Luas dan Berkualitas 
 
 
Diterangkannya, berdasarkan pasal 31 Pemendagri 76 tahun 2012, tentang pedoman penegasan batas wilayah, artinya gubernur melaporkan kepada menteri setelah melakukan seluruh tahapan sebagaimana yang diamanatkan oleh pasal 26,27, dan 28, bukan berdasarkan amar putusan MA RI nomor: 395/TUN/201. 
 
Dengan begitu, tambah Juni Syafrin, untuk sama-sama diketahui dan dipahami sehingga konflik lima desa ini dapat berakhir. Bahwa finalnya suatu batas daerah ditetapkan dengan Pemendagri, dan bukan dengan kode wilayah. 
 
"Kalau kode wilayah dapat berubah kembali setelah dilakukan penyelesaian dan penegasan batas yang dilakukan dengan berpedoman kepada Pemendagri nomor: 76 tahun 2012 tentang Pedoman Penegasan Batas Wilayah," pungkasnya.  (***)
 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru