riau24 Dishub Uji Coba Pengalihan Arus Kendaraan Roda Dua di Flyover | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

Pekanbaru

Dishub Uji Coba Pengalihan Arus Kendaraan Roda Dua di Flyover

0
fly over di depan rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru
Berita Riau -  Dishub Uji Coba Pengalihan Arus Kendaraan Roda Dua di Flyover

Pekanbaru, Riau24.com- Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Riau dengan dibantu dari aparat kepolisian daerah lakukan uji coba pengalihan arus kepada kendaraan roda dua untuk tidak melewati fly over, Senin (3/10/16).

Seperti dikatakan oleh Kepala Dishub Provinsi Riau beberapa waktu lalu, setelah sebelumnya melakukan sosialisasi selama hampir satu bulan, pada awal bulan Oktober pihaknya akan melakukan uji coba pelarangan kendaraan roda dua melintasi jembatan layang yang berada di Kota Pekanbaru.

“Kita sudah rapat kemarin dengan forum LLAJ, minggu depan ini yaitu awal Oktober kita coba alihkan arus. Kita yakinkan masyarakat dengan memasang rambu-rambu jauh jauh hari. Tetapi inikan tidak bisa dishub sendiri juga membutuhkan peran polisi,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provini Riau, Rahmat Rahim, Senin (26/9/16).

Dikatakan Rahmat, banyak pengendara roda dua yang sudah mengalami kecelakaan karena melewati arus tersebut. Pasalnya, jalur yang tersedia hanya cukup untuk kendaraan roda empat saja, sehingga tidak ada ruang untuk roda dua menyalip. “Kalau berkendara dengan kecepatan 30 km/jam tidak mengapa, tapi apa mau? lain lagi banyak pengendara yang entah mengkosumi zat berbahaya ketika melaju di jalur yang sempit, kita kan tak tau, maka kecelakaanlah,” sambung Rahmat.

Kedepannya, pihaknya akan memikirkan jalan terbaik bagaimana mekanisme penggunaan fly over yang selama ini juga sangat memudahkan pengendara roda dua sebab terhindar dari kemacetan.

“Nantinya, terkait sistemnya seperti apa kemungkinan seperti sistem buka tutup. Misalnya ketika jam sibuk boleh, mungkin ketika mengantar anak, tapi ketika jam jam ini tidak boleh. Intinya tidak dibolehkan atau sebaliknya, ada jam-jam tertentu untuk kebijakan tersebut," jelas Rahmat Rahim.

Ia menambahkan, larangan ini tidak secara mendadak dilaksanakan karena pihaknya telah memasang rambu-rambu bahwa pengendara roda dua tidak diperbolehkan untuk melewati jembatan layang tersebut.

Rahmatpun mengakui setiap kebijakan yang telah dibuat,  tak luput dari pro dan kontra. Ada masyarakat yang setuju dan ada yang tidak setuju. “tapi kalau jika ada keluarganya yang pernah jatuh dan akhirnya meninggal pasti mereka setuju saja dengan kebijakan ini,” aku Rahmat.

"Jadi, coba kita melihat dari segi safety. Masyarakat pengendara roda dua sudah banyak yang meninggal," imbuhnya

R24/ntg

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru