riau24 Demi Belajar, Siswa di Sekolah Ini Bawa Tikar Ke Sekolah | Berita Riau
Senin, 18 Desember 2017

Infrastruktur Sekolah

Demi Belajar, Siswa di Sekolah Ini Bawa Tikar Ke Sekolah

0
Demi Belajar, Siswa di Sekolah Ini Bawa Tikar Ke Sekolah
Berita Riau -  Demi Belajar, Siswa di Sekolah Ini Bawa Tikar Ke Sekolah
Rohul, Riau24.com -  ‎Berada di Ibu kota kabupaten, tidak menjamin  infrastruktur  akan terpenuhi secara keseluruhan. Seperti yang terjadi di Sekolah menengah atas negeri (SMAN) 2 Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). 
 
SMAN 2 Rambah yang berada tak jauh dari rumah dinas Wakil Bupati Rokan Hulu (Rohul). H. Sukiman tersebut, siswa kelas XInya belajar tanpa mengunakan kursi dan meja alias belajar dengan lesehan di lantai.


Baca Juga :
"Kenapa Pak Jokowi Diprotes, Sejak Pak Harto Podiumnya Sudah Begini..."

 
‎Kepala SMAN 2 Rambah Windra Yeni membenarkan, bahwa siswa dan siswi masih belajar di lantai.
"Saya sudah jauh-jauh hari mengajukan sarana dan prasarana,  seperti meja kursi, termasuk kelengkapan kantor sejak ajaran baru. Namun hingga saat ini baik dari Pemkab maupun dari Pemprov Riau, jawabannya masih sama yakni "menunggu"," katanya, saat ditemui Senin (3/10). 
 
Ia menambahkan, Ketika ada pengalihan pimpinan, pihaknya sangat berharap penyediaan kursi dan meja bisa teralisasi namun hingga saat ini belum juga dapat terkabul.

                   
 
"Sempat sih, saya  pertanyakan ke Disdikpora, ke bisang  perlengkapan, namun diarahkan ke bagian sarana dan prasarana. Dan terakhir ke Plt Kadis, dan jawabannya tetap sama, yakni tunggu dulu, mana tau ada yang bisa dipinjam dari sekolah lain," terangnya.
 
Bahkan pihaknya telah memberikan ultimatum kepada pihak Pemkab Rohul maupun Pemprov Riau, bila tidak mampu menyediakan kursi dan meja pihaknya akan memanggil pihak komite untuk ‎penadaan kursi dan meja.
Namun hal tersebut akan bertentangan, terlebih Plt Kadisdikpora telah mengintruksikan tidak ada lagi pungutan dalam bentuk apapun. 
 
Windra mengaku sangat sedih melihat kondisi anak didiknya belajar di lantai, padahal pihaknya telah mengajukan sejak Maret 2016 lalu.  


Baca Juga :
Begini Harapan Suyatno di Hari Jadi Kabupaten Rokan Hilir

 
‎"Saya sudah masukkan ke provinsi, namun belum ada tanggapan, dan belum ada jawaban yang pasti. Saya mau panggil wali murid, ada rambu-rambu. Mau saya diamkan, orang tua bertanya-tanya. Ya ibarat buah simalakamalah jadinya," jelasnya. 
 
Diakuinya, ada siswa dan siwi yang mengeluh dengan proses belajar mengajar yang tidak sesuai. 
Seperti keluhan tidak konsentrasi, leher sakit, dan sebagainya. Walaupun begitu dirinya juga menyarankan kepada para siswa, bila ada meja belajar kecil silahkan dibawa. 
 
Ia menerangkan, saat ini jumlah siswa kelas XI berjumlah 60 orang. Dengan begitu diharapkan penyediaan bangku bisa sesegera mungkin direalisasikan. 
 
Untuk kelas X sudah memliki kursi dan meja, namun untuk kelas XII, pihaknya akan mengajukan kembali, namun untuk saat ini, dirinya hanya meminta untuk kelas XI saja.

                        
 
"Saya berharap kepada pemerintah tidak muluk-muluk. Cukup bangku dan meja saja teralisasi sudah cukup. Dan satu lagi, jalan menuju ke sekolah tolong diperbaiki. Udah itu aja harapan kami," imbuhnya. 
 
"‎Siswa pun ada bawa tikar, dan meja sendiri ke sekolah,"keluhnya
 
Masih ditempat yang sama, Murpi satu diantara siswi kelas XI yang belajar di lantai mengaku tidak nyaman. Serta konsentrasi dalam proses belajar mengajar juga terganggu. 
 
"Gak nyaman lah pokoknya belajar dilantai. Kami mau belajar seperti sekolah-sekolah yang lain. Pakai meja dan bangku," pungkasnya.   (***)




R24/ags 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru