riau24 Dikeluarkan Petugas Dari Inkubator, Bayi Prematur Meninggal di RSUD Rohul | Berita Riau
Sabtu, 16 Desember 2017

Bayi

Dikeluarkan Petugas Dari Inkubator, Bayi Prematur Meninggal di RSUD Rohul

0
Dikeluarkan Petugas Dari Inkubator, Bayi Prematur Meninggal di RSUD Rohul
Berita Riau -  Dikeluarkan Petugas Dari Inkubator, Bayi Prematur Meninggal di RSUD Rohul
Rohul, Riau24.com - Bayi lahir prematur saat kehamilan masih berusia 7 bulan dengan bobot lahir seberat 1,4 kg anak dari pasangan Arianto (39) dan Rice Gusriani (32) warga Jalan Riau Kelurahan Pasirpangaraian akhirnya meninggal dunia di RSUD Rokan Hulu (Rohul) setelah dikeluarkan dari inkubator.
Atas meninggalnya bayinya yang baru berusia 1 hari tersebut, Arianto tidak terima dan berencana menggugat pihak RSUD Rohul.
"Perawatnya lalai, instruksi dari dokter seharusnya anak saya berada di inkubator. Kok bayi yang lain yang dimasukkan dan bonnya saya yang bayar," keluhnya kepada Riau24.com saat ditemui di kediamannya, Selasa (04/10/16).
Arianto menjelaskan saat kelahiran bayinya pada Senin dini hari, bayinya sempat dimasukkan ke inkubator, namun pada pukul 14.00 WIB, tiba-tiba saja bayinya dikeluarkan dari inkubator dan diganti dengan bayi rujukan.

Baca Juga :
Kisah Mutilasi Bayi Mengiris Hati 
"Setelah dikeluarkan dari inkubator, anak saya muntah darah, padahal sebelum dikeluarkan dari incubator anak saya kondisinya baik. Saya keberatan bila anak saya dikeluarkan dari incubator. Lagian kami pasien umum, saya yang bayar sendiri. Tapi kenapa bayi lain yang dimasukkan ke incubator," ucapnya.
Arianto mengakui, sudah ikhlas dengan kepergian anaknya tersebut, tetapi tidak terima dengan perlakuan petugas medis saat itu.
"Saya akan tuntut sampai ke pengadilan. Sampai kemanapun akan saya tuntut," ancamnya.
Arianto mengakui setelah anaknya dikeluarkan dari inkubator, ia disodorkan surat pernyataan penolakan rujukan. Namun ia tidak mau menandatangani karena sebelumnya petugas tidak memberitahukan bila bayinya akan dirujuk.
"Saya tidak salahkan dokter, tapi petugasnya," tandas Arianto.
Sementara itu, Plt Direktur RSUD Rohul dr. Muhammad Yakub, melalui Kabid Pelayanan RSUD Leni membenarkan bayi anak dari Arianto-Rice lahir prematur di usia kehamilan 7 bulan, dengan berat badan 1,4 kg.
Leni mengakui saat ini ia sedang di kantor DPRD Rohul. Ia mengatakan mendapat informasi dari pihak RSUD, bahwa keluarga pasien sudah dianjurkan untuk merujuk bayinya ke rumah sakit di Pekanbaru, tapi keluarga menolaknya.
"Makanya dibuat surat penolakan dirujuk, karena semua alat sudah dipakai sama bayi.  Nah karena pasien tidak mau bayinya dirujuk, maka kita buat surat pernyataan penolakan rujukan karena pasien tersebut masih bayi dan butuh CPAP mengingat berat bayi saat lahir hanya 1,4 kg," jelas Leni.
 
Leni mengakui bayi Arianto-Rice harus dirujuk ke Pekanbaru, karena alat CPAP (Continuous Positive Airway Pressure), atau alat bantu pernapasan sudah dipakai semua sama bayi lain.

Ditanya soal adanya rencana pihak keluarga pasien mengajukan gugatan, Leni menyarankan untuk mengkonfirmasi hal itu langsung ke pihak RSUD Rohul.  (***)



R24/ags 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru