riau24 Tak Terima Dituduh Korupsi, Pejabat Rohul Ini Laporkan Balik Pemilik Toko Pakaian | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

Kasus Korupsi

Tak Terima Dituduh Korupsi, Pejabat Rohul Ini Laporkan Balik Pemilik Toko Pakaian

0
Roy Roberto
Berita Riau -  Tak Terima Dituduh Korupsi, Pejabat Rohul Ini Laporkan Balik Pemilik Toko Pakaian
Rohul, Riau24.com - Mantan Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat (Satpol PP dan Linmas) Rohul, Drs Roy Roberto akan melaporkan balik pemilik toko Usaha Dagang Mesra, terkait tudingan dugaan tindak pidana penipuan atau penggelapan uang pembelian pakaian serta atribut Satpol PP serta pakaian linmas ke Polisi.
 

Sebelumnya, pemilik toko Usaha Dagang Mesra sudah melaporkan Roy Roberto ke Polda Riau, dengan tuduhan dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan uang pembelian pakaian serta artibut Satpol PP serta pakaian linmas.


Saat itu, Roy Roberto masih menjabat Kasat Pol PP dan Linmas, sebagai terlapor diduga melakukan pengelapan sejak  Agustus 2014 hingga November 2015 di toko usaha dagang Mesra Jalan Tuanku Tambusai.

“Alasan saya melaporkan pemilik toko Mesra, karena sudah memfitnah saya dengan dugaan korupsi baju Linmas Satpol PP. Dan akan saya laporkan balik ke Polda Riau karena saya tidak terima dengan tuduhan pencemaran nama baik,” katanya, Selasa (4/10/2016). 

Roy yang kini menjabat sebagai kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Rohul mengaku, sejak dirinya menjabat sebagai Kasat Pol PP pada awal Januari 2011, dirinya sudah berurusan dengan Toko Mesra, baik utang dan beli, dan itu tidak ada di dalam Rencana Kegiatan  Anggaran (RKA).


Bulog Jual Murah Beras dan Gula, Warga Pekanbaru Rela Berdesak-Desakan

“Dengan sistim utang dan bayar terus saya lakukan. Seperti saat akan 17 Agustus, anggota saya butuh baju. Maka akan saya utangkan dulu di Toko Mesra, lalu saya bayar dan begitulah seterusnya hingga tahun 2015,” ungkap Roy.

Kemudian pada September 2015 lalu menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Desember 2015, Peraturan Bupati (Perbup) telah keluar untuk kegiatan pengamanan pilkada dengan anggaran sekitar Rp 3 miliar lebih dan salah satunya diperuntukkan untuk pembelian baju linmas lebih kurang Rp 460 juta.

“Karena Perbupnya sudah keluar, saya berbicara dengan pemilik toko Mesra. Ada Perbup, mungkin bila jadi akan membeli baju di tokonya. Untuk baju linmas sekitar 1.986 stel dengan total sekitar Rp 400 juta lebih,” ucapnya.

Setelah dirinya berbicara ke pemilik toko Mesra, pemilik toko Mesra menyatakan bila dalam waktu dua minggu sebelum hari H dirinya tidak sanggup.

“Saat itu pemilik toko bilang tidak sanggup kalau dua minggu menjelang hari H. Dan dirinya mengatakan, bilang "sekarang sajalah".
Namun waktu saat itu saya bilang, itu belum dilelang PLnya juga belum. Namun, bila bapak mau menolong juga ya terserah bapak,’ papar Roy.

Ungkap Roy lagi, sebulan sebelum hari H dirinya dipindahkan dari Kakan Satpol PP dan Linmasn menjadi Kadishubkominfo.

Saat dirinya menjabat sebagai Kadis Hubkominfo, pemilik toko Mesra datang menemuinya namun dirinya mengungkapkan dirinya tidak lagi menjabat sebagai Kasatpol PP, jadi tidak ada kewenangan dirinya untuk membayarnya.

“Saya sudah katakan, bahwa saya bukan Kepala Satpol PP lagi. Jadi saya tidak bisa bantu bapak, jadi silahkan saja hubungi Kasat Pol PP yang baru yakni Bapak Yusri,” terangnya.

Setelah pihak toko mendatangi Kasat Pol PP baru, pihak SatPol PP tidak berkenan untuk membayarkan utang baju tersebut. Sehingga Toko Mesra menganggap dirinya sudah menggelapkan uang baju linmas tersebut.

“Uang itu ada, namun Kasat yang baru, Yusri tidak mau membayarkannya. Saya juga tidak tahu apa pertimbangannya sehingga akhirnya uang untuk pembelian baju linmas tersebut dikembalikan lagi ke kas negara,” paparnya.

Dirinya mengaku sangat keberatan bila dianggap telah mengkorupsi uang baju linmas. Bahkan ia berencana untuk akan melaporkan balik pihak Mesra dengan tuduhan pencemaran nama baik. 

"Apalagi, jelas-jelas uang untuk pakaian seragam Linmas tersebut ada, namun sudah dikembalikan ke kas daerah oleh Kakansatpol PP yang baru. Jadi uang itu bukan digunakan untuk kepentingan pribadi saya,” tuturnya.   ‎(***)




R24/ags 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru