riau24 Isu Terorisme, Gubri Nilai Pemberitaan Pers Perlu Dibatasi | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

Pekanbaru

Isu Terorisme, Gubri Nilai Pemberitaan Pers Perlu Dibatasi

0
Diseminasi pedoman peliputan terorisme dan peningkatan profesionalisme media massa pers dalam meliput isu-isu terorisme
Berita Riau -  Isu Terorisme, Gubri Nilai Pemberitaan Pers Perlu Dibatasi

Pekanbaru, Riau24.com- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Riau menaja diseminasi pedoman peliputan terorisme dan peningkatan profesionalisme media massa pers di Hotel Alpha Pekanbaru, Rabu (5/10/16).

Dalam agenda ini dihadiri deputi B bidang Pencegahan, Perlindungan dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Kepala Badan Inteligen Negara Riau, kemudian Gubernur Riau (Gubri) yang diwakili Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Syahrial Abdi sekaligus membuka acara ini.

Dalam sambutan Gubri yang disampaikan oleh Syahrial Abdi, ia mengatakan pers memiliki peran penting dalam menanggulangi ancaman besar dari tersebarnya terorisme di Indonesia, khususnya Riau. Karena manurutnya, terorisme acapkali memanfaatkan pers yang jangkauannya luas sehingga ideologi tersampaikan kepada masyarakat luas.

"Terorisme tidak selalu menentang globalisasi namun memanfaatkan globalisasi untuk kepentingannya. Jaringan terorisme memanfaatkan teknologi dan komunikasi untuk penyebaran ideologinya. Salah satu tujuan dari kelompok terorisme dalam pemanfaatan media massa adalah dapat secara luas menyebarkan pesan rasa takut, ancaman, ideologi, perekrutan dan mengembangkan sel-selnya," ujar Gubri di Pekanbaru.

Dikatakannya, akar dari masalah terorisme adalah adanya ideologi radikalisme. Sehingga perlu ada sinergi dari berbagai pihak untuk mencegah sedini mungkin pertumbuhan akar terorisme baru di Indonesia, termasuk di dalamnya media massa.

"Kekuatan media dapat dijadikan alat untuk merubah konsepsi, opini dan kontrol sosial. Pemberitaan terorisme harus dilakukan dan disajikan dengan kecerdasan intelektual sehingga memberikan efek kekebalan di kalangan masyarakat dari pengaruh ideologi terorisme," katanya.

Ia juga menuturkan, Media massa juga perlu mengembangkan pemberitaan yang mampu mengajak masyarakat melakukan beragam aktifitas bermanfaat agar tidak terpengaruh pada paham terorisme.

"Terlepas dari kenyataan bahwa kebebasan berbicara dan perdebatan politik merupakan bagian utama dari konsep masyarakat demokratis, pembatasan kebebasan media pers dalam berekspresi sangat mungkin dibutuhkan dalam upaya memerangi terorisme. Karena jika pemberitaan terkait aksi terorisme tidak menjadi porsi utama yang menjadi perhatian media pers maka secara perlahan terorisme akan semakin kecil dan pada akhirnya akan menghilang dari ibu pertiwi," tutupnya.

R24/ntg

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru