riau24 Keindahan Rumah Alam Mangrove di Siak Kini Mulai Dilirik Wisatawan | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

Hutan Mangrove

Keindahan Rumah Alam Mangrove di Siak Kini Mulai Dilirik Wisatawan

0
Keindahan Rumah Alam Mangrove di Siak Kini Mulai Dilirik Wisatawan
Berita Riau -  Keindahan Rumah Alam Mangrove di Siak Kini Mulai Dilirik Wisatawan

Siak, Riau24.com - Rumah Alam Mangrove yang terletak di Kampung Rawa Mekar Jaya Kecamatan Sungai Apit yang didirikan pada awal tahun 2015 lalu oleh Kelompok Pecinta Alam Kampung Mekar Jaya kini menjadi perhatian khusus bagi para wisatawan dari luar daerah.

Suasana asri yang masih terjaga serta pepohonan yang memenuhi Rumah Alam Mangrove ditambah jalan kambangan dari papan yang panjangnya sekitar 500 meter membuat para wisatawan beramai-ramai mengunjungi lokasi tersebut.

Ada juga fasilitas untuk memanjakan wisatawan duduk santai bersama keluarga sambil menjalankan hobi mancingnya.

Ketua Kelompok Pecinta Alam Kampung Rawa Mekar Jaya Setiono mengatakan, pada awalnya dirinya bersama masyarakat pecinta alam Kampung Rawa Mekar Jaya hanya ingin menyelamatkan pohon bakau yang berada di pinggir Sungai Rawa yang semakin hari semakin rusak di tebang secara liar oleh orang-orang tak bertanggung jawab.

Namun, setelah diselamatkan ternyata ada ide-ide bagus dari pecinta alam untuk mengelola hutan mangrove jenis kayu bakau tersebut untuk dijadikan tempat wisata yang mana dalam hutan bakau ini banyak akar-akar kayu bakau yang unik dan menarik.

"Untuk itu kami mengambil inisiatif untuk melestarikan hutan mangrove jenis kayu bakau ini dengan cara membuat jalan serta rumah-rumahan di dalam kawasan hutan mangrove ini sebagai tempat pariwisata", ujarnya.

Selain aliran sungai di dalam hutan mangrove tersebut mengikuti Sungai Rawa, sehingga banyak ditemukan udang galah. Hal ini dimanfaatkan untuk membuat tempat pemancingan sehingga bagi masyarakat yang memiliki hobby memancing selain berlibur di hutan mangrove dengan keluarga dapat menyalurkan hobbynya. 

Lanjut Setiono, untuk menjaga Rumah Alam Magrove Rawa Mekar Jaya, dirinya bersama masyarakat Kampung Rawa Mekar Jaya selalu melakukan gotong royong untuk membersihkan tempat wisata tersebut.  Bahkan, masyarakat melakukan pembibitan kayu mangrove disekitar rumah alam magrove tersebut.

"Untuk menjaga keasriannya, kita juga melakukan pembibitan kayu mangrove jenis kayu bakau dan berembang untuk kita tanam kembali di sekitar pantai sungai rawa.
Alhamdulilah kita juga mendapat bantuan dari pemerintah berupa bibit kayu bakau dari program KBR (Kelompok Bibit Raya, red). Bibit-bibit tersebut kita tanami di sekitar pinggir Sungai Rawa serta di hutan mangrove yang sudah rusak," terangnya.

Setiono menyebutkan, hingga saat ini sekitar 20 ribu batang tanaman mangrove sudah ditanam oleh kelompok pecinta alam di sekitar sungai rawa tersebut.

"Diperkirakan sekitar 20 ribu batang tanaman sulaman sudah ditanam di sekitar sungai rawa ini. Alhamdulilah penghulu sangat mendukung kegiatan ini, sehingga program kelompok pecinta alam bisa berjalan dengan lancar. Selain itu kita juga mengucapkan terima kasih kepada LSM Bina Cinta Alam Kabupaten Siak yang telah memberikan ide-ide terbaiknya untuk menyelamatkan alam kita untuk dijadikan tempat pariwisata," ungkapnya.

Untuk melestarikan kawasan tersebut, ke depannya kelompok pecinta alam akan membuat rumah pohon di dalam hutan magrove tersebut membuat sampan dan lain sebagainya.

"Didalam hutan magrove ini ada akar bakau yang sangat besar sekali. Sepertinya akar tersebut sangat bagus dibuat rumah pohon berkat keasrian dan keunikannya. Karena kami perhatikan banyak wisatawan yang betah berlama-lama mengamati akar tersebut. Bahkan tak jarang mereka berfoto bersama diakar itu. Mungkin karena akar tersebut sangat langka dan tidak ada duanya di daerah lain", ujarnya lagi.    (***)

 

 
 R24/lin
 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru