riau24 Hampir Setahun Tak Digaji, Perangkat Kampung Ancam Tutup Kantor Penghulu | Berita Riau
Jumat, 15 Desember 2017

Terkait Dana Kampung

Hampir Setahun Tak Digaji, Perangkat Kampung Ancam Tutup Kantor Penghulu

0
Hampir Setahun Tak Digaji, Perangkat Kampung Ancam Tutup Kantor Penghulu
Berita Riau -  Hampir Setahun Tak Digaji, Perangkat Kampung Ancam Tutup Kantor Penghulu

Siak, Riau24.com - Terhitung sejak Januari hingga Oktober 2016 pegawai dan perangkat Kampung Muara Bungkal, Kecamatan Sungai Mandau belum menerima gaji.

Hal ini membuat para pegawai dan perangkat kampung tersebut kewalahan dalam memenuhi kebutuhan hidup. Sehingga membuat mereka melakukan aksi dengan mengancam akan menutup kantor penghulu hingga hak mereka dibayarkan.

Keluhan ini disampaikan oleh dua warga dan perangkat kampung Muara Bungkal.
"Kami sudah 10 bulan ini belum gajian. Dan dari informasi yang kami dapat, 
bendahara pernah diminta menandatangani pencairan dengan nota kosong. Kami butuh kepastian, bantu kami menelusuri permasalahan ini," terangnya saat ditemui awak media Riau24.com.


Siang Ini Ratusan Masa SUA Akan Hantam KPU Kota Pekanbaru

Bukan hanya mereka saja yang merasakan hal yang sama, honor guru PDTA, guru mengaji dan guru honor lainnya hingga saat ini juga belum dibayarkan.
Hal ini dikarenakan gaji mereka disatukan dengan Alokasi Dana Kampung (ADK).
"Informasi yang kami dapat dari Pemda menyatakan kalau ADK tersebut sudah cair, tapi dipakai Penghulu," ujar sumber yang enggan disebutkan namanya ini.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (PMPD) Siak Abdul Razak saat dikonfirmasi menjelaskan, ADK Kampung Muara Bungkal untuk triwulan pertama memang belum bisa dicairkan. Hal itu, dikarenakan Penghulu atau Pemerintah Kampung Muara Bungkal tersangkut hutang.

"Penghulunya meminjam uang bantuan dari Provinsi Riau tahun 2015 lalu. Padahal seharusnya dana itu disilpakan dan digunakan untuk anggaran 2016 setelah Anggaran Belanja Kampung disahkan," terang Abdul Razak.

Menurut Abdul Razak, uang tersebut dipinjam untuk kegiatan pemerintah Kampung, sehingga tidak ada kaitannya dengan hukum.

Namun demikian sebagai persyaratan administrasi 
sebelum uang yang dipinjam itu dikembalikan ke kas daerah, maka ADK Kampung Muara Bungkal tidak bisa dicairkan.
"Nilai bantuan dari Provinsi Rp 500 juta, namun berapa pastinya nominal nilai uang yang dipinjam saya juga tidak tau," kata Abdul Razak.   (***)




R24/lin 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru