riau24 Banyaknya Investor Batalkan Niat Berinvestasi di Dumai, Ini Sebabnya | Berita Riau
Jumat, 15 Desember 2017

Terkait RTRW

Banyaknya Investor Batalkan Niat Berinvestasi di Dumai, Ini Sebabnya

0
Banyaknya Investor Batalkan Niat Berinvestasi di Dumai, Ini Sebabnya
Berita Riau -  Banyaknya Investor Batalkan Niat Berinvestasi di Dumai, Ini Sebabnya

Dumai, Riau24.com - Banyak calon investor yang membatalkan rencana untuk berinvestasi di Kota Dumai, hal ini dikarenakan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang belum jelas hingga kini.

“Kita sudah perjuangkan RTRW Kota Dumai, namun hingga kini RTRW kita belum jelas. Akibatnya banyak investor yang membatalkan untuk berinvestasi di Kota Dumai,” kata Walikota Dumai, Drs. Zulkifli As saat mengikuti rapat kerja khusus pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) terkait RTRW di Gedung DPRD Provinsi Riau Pekanbaru baru – baru ini.

Menurut Zul As sapaan akrab Walikota Dumai, hal ini terjadi karena tidak adanya kejelasan pemerintah pusat untuk menyelesaikan RTRW sehingga berakibat fatal dengan banyaknya investor yang membatalkan rencana untuk melakukan penanaman modal.

“Untuk itu, kita sangat mengharapkan permasalahan RTRW ini agar segera mendapat titik terang,” ujar Zul As.

Raker khusus membahas Ranperda RTRW diikuti seluruh Bupati dan Walikota se-Provinsi Riau, Ketua Panitia Khusus (Pansus) Asri Rozan, Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau, Kepala Bappeda Provinsi Riau, serta beberapa dinas terkait.

Pimpinan Pansus Asri Rozan menjelaskan bahwa peraturan RTRW Provinsi Riau yang dipakai saat ini sudah berusia 22 tahun. Bahkan, perda dan UU tersebut merupakan hasil kreasi tim terpadu bentukan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia.
Tetapi, hingga saat ini belum bisa dijalankan karena banyaknya problem yang terjadi di masyarakat. Seperti dari 3.496.298 hektar yang diusulkan, tetapi hanya 2.726.901 hektar yang dikabulkan oleh tim terpadu tersebut.

Pada tahun 2014 lalu Kementerian Kehutanan mengeluarkan tiga surat keterangan yang berisi RTRW di Provinsi Riau yang hanya 1.638.249 Ha, kemudian berubah lagi hingga akhirnya setelah melalui proses panjang pada tahun 2016 Menteri Kehutanan mengeluarkan 2 SK lagi dengan menambah 65.125 hektar.

“Jadi hingga kini jumlah keseluruhan dari kawasan hutan berjumlah 1.690.924 hektar,” tukasnya.  (***)




R24/dik 

 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru