riau24 Dituding Pilih-Pilih Pasien, Ini Tanggapan RSUD Rohul | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Bayi Meninggal

Dituding Pilih-Pilih Pasien, Ini Tanggapan RSUD Rohul

0
Dituding Pilih-Pilih Pasien, Ini Tanggapan RSUD Rohul
Berita Riau -  Dituding Pilih-Pilih Pasien, Ini Tanggapan RSUD Rohul
Rohul, Riau24.com- Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rokan Hulu (Rohul) menjelaskan permasalahan yang sebenarnya terjadi terkait meninggalnya bayi dari pasangan Arianto dan Rice yang mana pihak RSUD Rohul dituding sebagai penyebab kematian bayi mereka.
 
‎Pelaksana tugas harian (Plh) Direktur RSUD Rohul, Leni mengungkapkan saat bayi dilahirkan memang dalam keadaan normal dan dirawat di ruangan Perinalogi dan diletakan di Infant Warmer yang berfungsi untuk menstabilkan suhu tubuh bayi yang memiliki fungsi sama dengan incubator, Senin (3/10) dini hari. 
 
‎Dilanjutkannya, namun 18 jam kemudian keadaan bayi semakin menurun dan sempat mengalami pendarahan.  Hal tersebut disebabkan karena kondisi jantung, hati dan lainnya belum stabil. 
 
‎"Melihat keadaan bayi yang semakin memburuk, kita memberi saran agar bayi segera dirujuk ke RS di Pekanbaru. Sementara menunggu keluarga bayi berunding, kita pun beriniatif melakukan penanganan intens, seperti memindahkan bayi ke dalam incubator yang memiliki alat pemacu pernapasan‎ yang disebut CPAP," terangnya, Kamis (6/10).

Dikeluarkan Petugas Dari Inkubator, Bayi Prematur Meninggal di RSUD Rohul 
 
‎Dijelaskannya, alat CPAP hanya ada satu di RSUD, sementara pada saat itu ada dua bayi yang membutuhkan alat tersebut. Namun dengan berbagai pertimbangan, pihak RSUD lebih memprioritaskan bayi pasangan Arianto dan Rice untuk menggunakan alat tersebut. 
 
"Saat kita sarankan untuk dirujuk, keluarga pasien memang menolak untuk dirujuk entah apa sebabnya. Oleh karena itu kita minta pihak keluarga untuk menandatangani surat penolakan rujukan tersebut. Namun keluarga bersikeras tidak mau menandatangani surat tersebut. Dan tak lama berselang, si bayi pun akhirnya meninggal di incubator dengan alat CPAP masih berada di tubuh si bayi," terangnya. 
 
Saat ditanya, apa benar pihak rumah sakit ‎memprioritaskan bayi lainya, ia menegaskan bahwa pihak RSUD bekerja sesuai SOP, jadi pihaknya tidak ada pilih-pilih pasien semua sama dan diprioritaskan bagi yang benar-benar penting.
 
"Jadi anggapan keluarga yang meletakkan bayi di luar incubator tersebut maksudnya adalah Infant Warmer. Dan alat itu sama fungsinya dengan incubator. Pada saat kondisi bayi menurun kita pindahkan ke ruangan ICU anak yang incubatornya memiliki alat CPAP" jelasnya.
 
Masih ditempat yang sama, Humas RSUD Minarli menjelaskan, terkait tuntutan pihak keluarga ituy adalah hak dari setiap masyarakat, yang jelas sesuai keterangan dari para perawat semua dilakukan sesuai SOP. 
 
Sementara, Anggota Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rohul dari Fraksi Nasdem, Alpasirin menegaskan pemerintah harus bertindak tegas dengan kondisi fasilitas kesehatan di RSUD Rohul.
 
"Ini publik servis loh, jangan main-main, pemerintah harus memprioritaskan alat-alat kesehatan di RSUD. Apalagi fasilitasnya sudah banyak yang tidak berfungsi. Jangan hanya perjalanan dinas saja yang diproritaskan. Ini kebutuhan masyarakat, tolong pemerintah peka dengan apa yang terjadi," imbuhnya.
 
Terlebih, dirinya mengakui menerima keluhan dari para pegawai RSUD yang honor lemburnya tak dibayarkan hingga saat ini.   (***)




R24/ags
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru