riau24 Gobah Target Penjambretan, Masyarakat Resah, Polisi Entah Kemana | Berita Riau
Senin, 11 Desember 2017

Pekanbaru

Gobah Target Penjambretan, Masyarakat Resah, Polisi Entah Kemana

0
ilustrasi penjambretan
Berita Riau -  Gobah Target Penjambretan, Masyarakat Resah, Polisi Entah Kemana

Pekanbaru, Riau24.com- Kasus penjambretan kembali marak terjadi di Pekanbaru, khususnya daerah Gobah dan sekitarnya. Pejambretan yang seringkali dilakukan oleh pelaku dengan ciri-ciri yang sama ini sudah berulang kali dialami oleh masyarakat dengan berbagai handphone sebagai targetnya.

Salah seorang korbannya yaitu, Stevan, siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Santa Maria yang kehilangan handphone bermerek Iphone senilai 4 juta an yang  belum genap 3 bulan dibeli dari hasil tabungannya ini dirampas secara paksa oleh dua orang pencuri mengendarai Honda Beat berwarna biru di Jalan Ronggo Warsito, Kecamatan Sail, Pekanbaru.

Stevan terlihat sangat kesal sekaligus panik ketika tahu, handphone yang dibeli dari uang tabungannya tersebut tak lagi menjadi miliknya. Kronologinya, saat itu Stevan baru saja turun dari mobil hendak masuk ke halaman sekolah. Sambil berjalan masuk ke dalam halaman, ia bermain handphone sehingga ia lalai bahwa ada dua orang anak seumurannya yang sedang menguntit dari belakang.

"Dia langsung menyambar hape saya waktu saya sedang membalas chatting teman saya. Mereka tak pakai helm waktu kejadian tadi. Mukanya bahkan biasa saja. Tak terlihat takut atau merasa bersalah," ujar Stevan mengingat, Selasa, (11/10/16).

Beberapa waktu lalu, lya, Seorang Mahasiswa dari Universitas Riau juga mengalami hal serupa. Handphone dengan merek Oppo yang tengah popular dikalangan masyarakat dibelinya dari upaya menabung. Ia menuturkan, dua orang pelaku juga mengenakan motor matic walaupun tidak ingat berwarna apa sebab kejadian terjadi saat malam hari.

“Saat saya kebingungan ketika Handphone tersebut dirampas, saya melihat ke depan. Saya terkejut melihat senyum dari salah seorang jambret yang dibonceng. Tidak ada muka bersalah dan malah tersenyum. Saya masih ingat senyum itu sampai sekarang,” ujar Lya pada Riau24.com

Setelah ditelusuri, menurut warga sekitar, kasus penjambretan memang acapkali terjadi di wilayah Sail, terutama di Gobah. Hampir setiap hari warga mendengar ada saja kasus penjambretan handphone. Imran, pedagang mie ayam di Ronggo Warsito mengaku sudah beberapa kali melihat kejadian secara langsung.

Imran melihat pelaku jambret yang melakukan aksinya ciri-cirinya selalu sama, yakni dua orang remaja dengan mengendarai motor Honda Beat warna biru. "Mereka jarang menggunakan helm. Seperti sudah yakin kalau tak ada yang mengejarnya," terangnya.

Beberapa kali warga pernah mengejar ketika ada mahasiswi yang dijambret handphonenya. Namun tak pernah tertangkap oleh warga yang mengejar. Ia curiga kalau ada sindikat jambret sehingga pekerjaan ini dilakukan begitu aman dan masif terjadi secara rutin.

"Beberapa kali pemuda sini ikut ngejar tapi tak pernah dapat. Padahal yang ngejar motor besar. Logikanya, mustahil motor matic itu gagal dikejar sama motor yang kapasitas mesinnya lebih besar," katanya curiga.

Meski sudah terhitung rawan jambret, pihak kepolisian belum pernah melakukan patroli rutin. Apalagi, lokasinya yang berada di sekitar Sekolah Polisi Negara (SPN) Pekanbaru. Masyarakat mulai khawatir dan resah dengan tingginya tingkat kerawanan kejahatan ini.

Belum lama ini bahkan seorang ibu paruh baya jatuh dari motornya karena hendak mempertahankan tas berisi handpone dan dompet yang di rampas oleh dua orang remaja. "Beberapa minggu lalu ibu-ibu ada yang jatuh. Kasihan karena sampai luka-luka," iba Imran.

R24/ntg
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru