riau24 Herliyan Saleh Divonis 1,5 Tahun Penjara Terkait Korupsi Bansos | Berita Riau
Senin, 18 Desember 2017

Tipikor

Herliyan Saleh Divonis 1,5 Tahun Penjara Terkait Korupsi Bansos

1
Herliyan Saleh dan Azrafiani Rauf saat menjalankan persidangan Tipikor di Pengadilan Negeri Pekanbaru (Foto: Nof)
Berita Riau -  Herliyan Saleh Divonis 1,5 Tahun Penjara Terkait Korupsi Bansos
Pekanbaru, Riau24.com - Hakim Pengadikan Tindak Pidana Korupsi Pengadilan Negeri Pekanbaru memvonis mantan Bupati Bengkalis Herliyan Saleh atas kasus korupsi Bansos tahun anggaran 2012 yang merugikan negara Rp31 miliar dengan hukuman 1 tahun 6 bulan penjara. Herliyan juga diwajibkan membayar denda 200 juta atau subsider 6 bulan kurungan.
 
"Menyatakan terdakwa Herliyan Saleh  terbukti turut serta dalam tindak pidana korupsi sesuai dakwaan subsider," kata Hakim Ketua Marsudin Nainggolan, di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Selasa, 11 Oktober 2016.
 
Putusan hakim terhadap Herliyan Saleh tersebut jauh lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Yusuf Luqita sebelumnya yang meminta majelis hakim menjatuhkan vonis 8 tahun 6 bulan denda Rp500 juta. 
 
Putusan yang sama juga diberikan kepada Kepala Bagian Keuangan Bengkalis Azrafiani Rauf dengan vonis 1 tahun 6 bulan, denda Rp100 juta subsider 6 bulan kurungan. Keduanya diajukan ke persidangan atas kasus yang sama dengan berkas terpisah (Split).
 
Putusan terhadap Azrafiani Rauh juga jauh dari tuntutan jaksa yang meminta hakim menghukum terdakwa 8 tahun 6 bulan. "Terdakwa Azrafiani tidak terbukti menikmati uang korupsi sesuai dakwaan Premier," ucap Hakim Marsudin.
 
Dalam putusannya, Hakim Marsudin mempertimbangkan bahwa kedua terdakwa tidak terbukti memperoleh harta benda atau menikmati uang korupsi sebagaimana dakwaan Premier Pasal 2 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentan Tindak Pidana Korupsi. 
 
"Membebaskan terdakwa dari Dakwaan Premier," kata Marsudin.
 
Namun hakim menyatakan kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan turut serta bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi sesuai dakwaan subsidaer Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999. 
 
"Terdakwa terbukti turut serta melakukan tindak pidana korupsi sesuai dakwaan subsidaer, hakim sepakat menjatuhkan hukuman Penjara selama 1 tahun 6 bulan," jelasnya. 
 
Mendengar putusan hakim tersebut, baik Herliyan maupun Azrafiani menyatakan pikir-pikir untuk melakukan banding. "Kami pikir-pikir yang mulia," Kata Penasehat Hukum Herliyan, Aziun Azhari. 
 
Jaksa Penuntut Umum Yusuf Luqita juga menyatakan pikir-pikir untuk proses hukum selanjutnya. 
 
Kasus dugaan korupsi bansos Bengkalis bergulir sejak 2012. Anggaran bansos senilai Rp 272 miliar disalurkan kepada 2.000 lembaga sosial dan organisasi kemasyarakatan yang diduga fiktif karena tidak jelas jenis kegiatan dan tujuan sosialnya.
 
Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan menemukan adanya indikasi korupsi duit negara Rp 29 miliar dalam penyaluran dana bansos itu. 
 
Dalam kasus ini, penyidik Polda Riau meminta keterangan dari 72 saksi, baik dari kalangan legislator maupun Pemerintah Kabupaten Bengkalis, tentang alokasi bansos untuk 2.000 lembaga sosial fiktif. Penyidik menduga korupsi dana bansos tersebut dilakukan secara berjemaah oleh para legislator dan bupati.
 
Hakim Tipikor Pekanbaru sebelumnya juga sudah memvonis lima anggota DPRD Bengkalis periode 2009-2014 yakni Jamal Abdillah, Purboyo, Rismayeni, Muhammad Tarmizi dan Hudayat Tagor.

R24/Nof 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Kamis, 19 Oktober 2017 09:23 wib
LIVE BULL DI CF88 AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/AmXCqp9.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru