riau24 Ahmad Syah: Jangan Orang Lain Dibina, Anak Kita Dibinasakan | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

Pekanbaru

Ahmad Syah: Jangan Orang Lain Dibina, Anak Kita Dibinasakan

0
Musabaqah Tilawatil Quran
Berita Riau -  Ahmad Syah: Jangan Orang Lain Dibina, Anak Kita Dibinasakan

Pekanbaru, Riau24.com- Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Riau, Ahmad Syah Harofie mengatakan, Pemerintah Povinsi (Pemprov) Riau terus berupaya agar memberdayakan agenda Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) sebagai ajang membina anak-anak daerah Riau. Hal ini sebagai tanggapan adanya praktik rental qori dan qoriah pada pelaksanaan kali ini.

Dikatakannya, anak-anak Riau tidak berarti putra daerah tetapi legalitas formal bahwa peserta memang warga Riau minimal 6 bulan menjadi penduduk. Menurutnya, kabupaten kota selayaknya benar-benar memanfaatkan anak-anak daerah Riau yang dibina dari LPTQ kabupaten kota.

"Jadi jangan orang lain yang dibina, anak kita dibinasakan. Jangan terima hasil saja dan tidak mendidik begitu," ujar Ahmad Syah, Kamis (13/10/16).

Ia menuturkan, ke depan ia menargetkan akan menuntaskan dan membersihkan peserta yang di rental dari daerah lain. "Semoga ini yang terakhir kita berharap kembali kejalan elok untuk meraih prestasi," tutur Ahmad Syah.

Ahmad Syah mengakui ini merupakan kali pertama di Riau, menggunakan aplikasi dari pusat. Riau menjadi tuan rumah kedua pada pelaksaan menggukanan E-MTQ setelah Lombok. Pihaknya dalam menangani kasus ini akan berkomunikasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yang ada di kabupaten kota untuk bersinergi demi kebaikan untuk meminimalisir kecurangan yang ada.

"Misal cabang tafsir tadi berarti anak Riau tak ada yang bisa. Jadi akan ada maping atau semacam pemetaan yang kita lakukan. Apakah anak-Anak perlu kita kirim keluar atau mencari pelatih," ujarnya.

Katanya lagi, Pemprov Riau bersama LPTQ  bertekad untuk menyelenggarakan perapian pada pelaksanaan MTQ  dari tingat kecamatan sampai ke kabupaten kota. "Insya Allah tahun depan kita buat aplikasi sendiri. Misalnya yang juara kita masukan ke sistem jadi gak akan ada yang keluar lagi,” tutup Ahmad Syah.

Senada dengan Ahmad Syah, Gubernur Riau (Gubri), Arsyadjuliandi Rachmanpun mengatakan, pihaknya akan melakukan pemetaan atas kondisi kekinian Riau. Sehingga dapat dicari jalan keluar untuk mengejar ketertinggalan ini.

“Jadi kita bisa membuat maping bagaiaman kondisi Riau, konsolidasikan dan dibuat program. Sehingga kedepan dapat mengejar ketertinggalan ini.bukan hanya mendatangkan dari luar, seharusnya memikirkan keuntungan anak-anak daerah,” tutup Gubri.

R24/ntg 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru