riau24 Realisasi Anggaran Masih Bergerak Diangka 42 Persen | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

Pekanbaru

Realisasi Anggaran Masih Bergerak Diangka 42 Persen

0
Sekretaris Daerah, Ahmad Hijazi
Berita Riau -  Realisasi Anggaran Masih Bergerak Diangka 42 Persen

Pekanbaru, Riau24.com- Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Ahmad Hijazi menuturkan, sampai pada triwulan IV di bulan pertama, Oktober, Realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) baru berjalan sekitar 42 persen.

“Realisasi anggaran kan ada dua, kalau realisasi keuangan sudah 42 persen sedangkan kalau realisasi fisiknya sudah 70 persen,” ujar Ahmad Hijazi di             Gedung Daerah Balai Serindit, Kamis (13/10/16).

Sementara Pemprov Riau menargetkan hingga akhir tahun nanti, realisasi anggaran akan berakhir di angka 85 persen. “Sekarang baru bulan Oktober, berarti masih jauh. Kita masih ada waktu selama dua bulan, dua bulan setengah lagi lah,” aku Ahmad optimis.

Ketika ditanyai mengenai Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Sumber Daya Air (Ciptada) yang hingga hari ini masih menjadi dinas dengan realisasi anggaran terendah, Ahmad mengatakan akan melihat di APBD Perubahan (APBD-P). “Kita lihat hari ini, di APBD Perubaha. Kita lihat hal-hal yang bisa dilakukan. InsyaAllah serapannya akan naik,” tutup Ahmad.

Sebelumnya Ahmad Hijazi menyebutkan tidak ada permasalahan mengenai lambatnya pergerakan realisasi anggaran di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, karena kontraktor yang bekerja enggan mengambil uang muka dengan alasan strategi keuangan.

“Setelah saya telusuri ternyata masih banyak kontraktor yang belum mengambil uang muka karena itu uangnya baru 49 persen, jadi tidak ada masalah dengan serapan. Mereka enggan mencairkan ung muka karena ada skema baru dari perbankan,” ujar Ahmad Hijazi, Senin (3/10/16).

Seperti diketahui, setiap pengusaha atau kontraktor yang telah memberikan realisasi kerja sebesar 10 persen berhak mencairkan uang muka dengan persyarat yang diajukan oleh perbankan, hanya saja harus disertai jaminan bank. Maka dengan skema baru yang ditawarkan yaitu jika pengusaha menggunakan dana perbankan, tidak perlu menggunakan jaminan.

“Mungkin dari sisi pengusaha, sistem seperti ini lebih menguntungkan. Karena tidak adanya kewajiban memberikan jaminan ke bank. Mereka diperbolehkan menggunakan dana perbankan, nanti ketika proyeknya selesai baru dibayarkan semuanya,” terang Ahmad di Pekanbaru.

Menurutnya, skema inilah yang menyebabkan melambatnya realisasi anggaran Pemprov Riau, meskipun secara fisik terus berjalan. “Ini yang membuat dari serapan aspek keuangan itu melambat tetapi fisik jalan. Itu situasi yang publik juga harus tau. Jadi kalau kita mau mengukur realisasi, ada dua kan indikatornya. Realisasi fisik dan umum,” tutupnya.

R24/ntg

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru