riau24 Prediksi Realisasi Rendah, FITRA: Bukti Pemerintah Tidak Becus | Berita Riau
Sabtu, 16 Desember 2017

Pekanbaru

Prediksi Realisasi Rendah, FITRA: Bukti Pemerintah Tidak Becus

0
Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Riau
Berita Riau -  Prediksi Realisasi Rendah, FITRA: Bukti Pemerintah Tidak Becus

Pekanbaru, Riau24.com- Atas lambatnya Serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau yang hingga bulan Oktober masih bergerak di angkat 42 persen, Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) memprediksi serapan tersebut hingga akhir tahun 2016 hanya mampu terealisasi sebesar 67 persen atau Rp6,94 triliun.

Prediksi tersebut dihitung dari total belanja daerah sebesar Rp10,36 triliun setelah APBD Perubahan (APBD P) 2016 dengan potensi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) mencapai Rp3,41 triliun.

Seperti disampaikan Ketua FITRA Provinsi Riau, Usman, prediksi pada tahun 2016 ini tidak jauh berbeda dari pada tahun 2015 lalu. ‘’Prediksi ini mendekati realisasi serapan APBD tahun 2015 yaitu sebesar 68% setelah diaudit. Dengan ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak becus mengelola uang rakyat dan mengabaikan kehidupan masyarakat yang layak,” ujar Usman, Sabtu (15/10/16).

Berdasarkan data yang diperoleh FITRA, APBD 2016 yang sebelumnya direncanakan sebesar Rp10,9 triliun turun menjadi Rp10,3 triliun setelah perubahan atau turun sebesar 6%. Berdasarkan potensi realisasi yang hanya mampu terserap sebesar 67% maka diprediksi terdapat SiLPA Rp3,41 triliun ditahun 2016.

“Sehingga dapat dipastikan SiLPA tahun tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, bahkan lebih buruk dari tahun 2015 dengan Silpa sebesar Rp3,1 triliun dan tahun 2014 dengan silpa sebesar Rp3,9 triliun setelah diaudit. Artinya selama tiga tahun (2014-2016, red) uang daerah mengendap sebesar Rp10,5 triliun yang seharusnya dapat dinikmati masyarakat Riau secara luas.

Prediksi tersebut dihitung berdasarkan realisasi kegiatan yang sedang dilakukan Pemerintah Provinsi Riau melalui Satuan Kerja Perangat Daerah (SKPD) sesuai kegiatan yang telah dilelang, khususnya belanja modal dan barang jasa pada komponen belanja langsung.

“Melalui LPSE Provinsi Riau kegiatan yang telah dilelang sampai priode 30 September 2016, yaitu sebesar Rp1,55 triliun atau 31,2% dari total belanja langsung sebesar Rp4,96 triliun yang dianggarkan setelah APBD P 2016, terjadi penurunan pada belanja langsung yang sebelumnya sebesar Rp5,58 triliun  turun sebesar Rp615,4 Miliar,”lanjut Usman.

Atas dasar itu, menurut FITRA, dapat diperkirakan sampai akhir tahun 2016 potensi penyerapan anggaran pada belanja langsung sebesar 50%, atau sebesar Rp. 2,48 triliun dari total belanja langsung sebesar Rp. 4,96 triliun.

“Angka prediksi 50% tersebut terdiri 31,2% atau sebesar Rp1,55 triliun telah di lelang yang dianggap akan terealisasi sampai akhir desember 2016. Sedangkan 18,8% atau sebesar Rp932,4 Miliar diprediksikan untuk belanja kegiatan yang akan dilaksanakan pemerintah pada priode 1 oktober sampai 31 desember 2016, selain itu juga terdapat belanja kegiatan yang tidak melalui proses lelang,” tutupnya.

R24/ntg

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru