riau24 Mobdin Tak Ber-RKB, Sekda: Sudah Disampaikan Ke DPRD, Harus Dirasionalisasi | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Pekanbaru

Mobdin Tak Ber-RKB, Sekda: Sudah Disampaikan Ke DPRD, Harus Dirasionalisasi

0
Sekretaris Daerah, Ahmad Hijazi
Berita Riau -  Mobdin Tak Ber-RKB, Sekda: Sudah Disampaikan Ke DPRD, Harus Dirasionalisasi

Pekanbaru, Riau24.com- Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Ahmad Hijazi menyebutkan, persoalan terkait penganggaran untuk pengadaan mobil dinas yang tidak bisa dilakukan karena tidak memiliki Rencana Kebutuhan Barang (RKB) telah disampaikan ke DPRD Provinsi Riau.

Ia mengungkapkan, pengadaan mobil dinas tersebut tidak terdaftar di Rencana Kebutuhan Barang (RKB) Badan Pemeriksa Keuangan Daerah (BPKD) sehingga jika tetap dibelanjakan nantinya akan bermasalah pada pemeriksaan administrasi oleh Badan Pemeriksa Keangan Daerah (BPKD).

“Mestinya setiap pembelian barang modal harus memiliki RKB yang terdaftar di BPKD. Sehingga Ketika anggaran dikeluarkan untuk pembelian barang modal yang tidak memiliki RKB nantinya akan tersandung di pemeriksaan administrasi oleh BPKD,” begitu ungkap Ahmad kepada awak media di Pekanbaru, Sabtu (15/10/16).

Ahmad menegaskan, sebagai Sekda yang baru, setiap pergerakan harus berdasarkan pada prosedur yang telah ditetapkan. “Jadi itulah yang menjadi komitmen kita, kita ikuti prosedur. Saya sebagai Sekda yang baru saya tidak mau menganggarkan tanpa satu prosedur yang jelas, itu kan penganggaran yang lama, tahun 2015 kan penganggarannya untuk 2016. Saya cek di BPKD, ada gak RKB nya, tidak ada. Cek ke Biro Umum tidak ada. Saya bilang kalau tidak ada,” sambung Ahmad.

Menurutnya, semestinya sebelum pengusulan pembahasan, pengadaan mobil dinas tersebut sudah masuk ke perencanaan belanja langsung Bappeda untuk kemudian dipersiapkan RKB nya oleh BKPD. “Makanya kita sampaikan itu ke teman-teman DPRD, artinya ini perlu dirasionalisasi karena tidak ada RKB sehingga tidak mungkin dilaksanakan di APBD Perubahan (APBD P) tahun 2016 ini. Itu saja intinya,” sambung Ahmad.

Kemudian, pengadaan mobil dinas yang semula dikabarkan sejumlah Rp37 miliar dikoreksi Ahmad bahwa jumlah sebenarnya sebesar Rp20 miliar. “Yang saya tahu Rp20 miliar tetapi di Sekretariat Daerah sebetulnya tidak ada peruntukan itu sebenarnya. Jadi memang, saya tidak tahu, itu kan perencanaan yang lama, saya baru masuk,” terang Ahmad.

Senada dengan Ahmad, Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman pun menuturkan serupa. Ia mengaku telah menyampaikan terkait persoalan pengadaan mobil dinas ke DPRD Provinsi Riau.

“Saya rasa teman-teman DPRD memahami itu, kalau saya tidak salah, tidak jadi itu. Berarti kan teman-teman DPRD kan sudah mengetahui bahwa itu belumlah untuk dianggarkan,” ujar orang nomor 1 Riau yang kerap disapa Andi Rachman, jumat (14/10/16) lalu.

R24/ntg

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru