riau24 Rasionalisasi Mobdin Dialihkan Untuk Anggaran Tak Terduga | Berita Riau
Selasa, 19 Desember 2017

Pekanbaru

Rasionalisasi Mobdin Dialihkan Untuk Anggaran Tak Terduga

0
Sekretaris Daerah, Ahmad Hijazi
Berita Riau -  Rasionalisasi Mobdin Dialihkan Untuk Anggaran Tak Terduga

Pekanbaru, Riau24.com- Anggaran pengadaan mobil dinas yang dirasionalisasi disebut Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Ahmad Hijazi akan dialihkan sebagai katup penyelamat keuangan daerah untuk komponen biaya tidak terduga. Sehingga telah terkumpul sebesar Rp67 miliar.

“Kita mengalihkan itu sebagai katup penyelamat, jadi efek berjaga-jaga itu yang kita hadapi ini. Kemarin kan sudah dijelaskan dalam pidato gubernur, dimasukkan ke dalam komponen Biaya tidak terduga,” ujar Ahmad di Pekanbaru, Sabtu (15/10/16).

Biaya tidak terduga ini kata Ahmad, akan dipergunakan jika terjadi bencana dan kondisi yang sifatnya tidak terduga sehingga Provinsi Riau telah memiliki anggaran yang diperuntukkan kepada persoalan tersebut.

“Jadi misalnya kalau ada banjir dan segala macam kan kita bisa gunakan biaya tidak terduga. Itu cadangan untuk yang sifatnya fisik.,” terang Ahmad kepada awak media.  

Selain secara fisik, Provinsi Riau harus mempersiapkan kemungkinan non fisik yang mungkin terjadi. Seperti misalnya secara tiba-tiba untuk triwulan ke IV akan terjadi tunda salur. “Jika dikasih tahu begitu, mati kita. Artinya seandainya ada tunda salur lagi, kita tidak tahu perkembangan sebulan dua bulan ini, bisa saja ada tunda salur misalnya. Kita aman secara cas likuiditas, kita mengamankan likuiditas ini jangan sampai ada gaji tidak terbayar, ini itu tidak terbayar. Jadi itu salah satu katup penyelamat namanya dalam sistem keuangan,” sambung Ahmad.

Menurutnya, anggaran tak terduga tersebut jangan dipergunakan untuk belanja barang modal tetapi disimpan untuk berjaga-jaga. “Jadi itulah yang kita gunakan, jadi tidak usah dibelanjakan, jadi prinsipnya sekarang ada uang jangan mesti dianggarkan untuk dibelanjakan. Kita harus pasang kuda-kuda, safety, biar efektif efisien. Dan serapannya juga ya jangan sampai juga gara-gara itu serapan jadi rendah. Jadi hanya sebagai katup penyelamat saja,” tutup Ahmad.

R24/ntg
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru