riau24 Kebakaran Lahan Meranti Padam Diguyur Hujan | Berita Riau
Senin, 18 Desember 2017

Kebakaran Hutan Dan Lahan

Kebakaran Lahan Meranti Padam Diguyur Hujan

3
Petugas kepolisian berjibaku padamkan api (Foto: Humas Polda Riau)
Berita Riau -  Kebakaran Lahan Meranti Padam Diguyur Hujan
Pekanbaru, Riau24.com - Hujan dalam intensitas ringan hingga sedang mengguyur Kabupaten Kepulauan Meranti, malam tadi turut membantu pemadaman kebakaran hutan  dan lahan di Desa Telesung, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kepulauan Meranti berangsur padam akibat diguyur hujan.
 
"Alhamdulillah di TKP tadi malam turun hujan deras semoga padam semua titik api yang ada," kata Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Riau Ajun Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo, Minggu, 16 Oktober 2016. 
 
Guntur mengatakan, hingga kini regu pemadam yang tergabung dari kepolisian, TNI dan Masyarakat Peduli Api masih bersiaga di lokasi kebakaran untuk melakukan pendinginan. Sebab kata dia, tiupan angin yang cukup kencang dikhawatirkan bakal membuat api kembali menyala. 
 
"Api sudah padam, namun masih mengeluarkan asap yang mana akan hidup kembali apabila tiupan angin," ucapnya.
 
Menurut Guntur, regu pemadam mengaku kesulitan melakukan pemadaman lantaran lokasi kebakaran cukup jauh dan sulit ditemukan sumber air. Belum lagi tiupan angin yang cukup kencang membuat api mudah meluas.
 
Petugas kata dia, juga terkendala dengan terbatasnya peralatan pemadam.  "Peralatan kurang memadai, hanya dua mesin pompa air dan 10 racun api," jelasnya. 
 
Kebakaran hutan dan lahan gambut kembali terjadi di Desa Telesung dan Tanjung Kebadbu, Kepulauan Meranti, Riau. Total luas lahan yang dilahap si jago merah itu mencapai 50 hektare. Kebakaran lahan juga melumat perkebunan karet dan kelapa milik warga. 
 
 
Kebakaran lahan di kawasan pesisir timur Pulau Sumatera itu terjadi sejak sepekan lalu. Berdasarkan foto udara yang dirilis Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla), tampak jelas lahan terbakar cukup luas. Kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan juga terlihat pekat membubung tinggi ke udara.
 
Meranti merupakan daerah rawan kebakaran lahan karena memiliki struktur tanah gambut yang dalam. Meranti juga menjadi daerah prioritas Badan Restorasi Gambut (BRG) bentukan Presiden Joko Widodo untuk mengembalikan fungsi hutan rawa gambut dan mencegah terjadinya kebakaran lahan.
 
Pada 2014, Meranti menjadi daerah penyumbang kabut asap terbesar di Riau, menyusul terbakarnya ratusan hektare kebun sagu milik perusahaan dan warga di Kecamatan Tebing Tinggi Timur. Asap itu juga sampai ke Malaysia dan Singapura.
 
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika stasiun Pekanbaru Sugarin mengatakan, satelit Tera dan Aqua masih memantau 5 titik panas yang diindikasikan kebakaran hutan dan lahan tersebar di lima daerah. 
 
"Titik panas terpantau pukul 07.00 pagi," ucapnya. 
 
Adapun penyebaran titik panas Indragiri Hulu, Pelalawan, Meranti, Siak dan Rokan Hilir. Masing-masing daerah terpantau satu titik api. Namun tingkat kepercayaan titik panas menjadi titik api berada di Siak dan Meranti.
 
"Tingkat kepercayaan di atas 70 persen atau 2 titik api," ucapnya. 
 
Menurut Sugarin, hampir merata di sejumlah wilayah Riau masih berpotensi turun hujan disertai petir dan angin kencang. "Temperatur maksimum 32.0-34.0 derajat celcius," jelasnya. (***)

R24/Nof

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Kamis, 19 Oktober 2017 09:33 wib
LIVE BULL DI CF88 AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/AmXCqp9.jpg
Wahyu
Senin, 17 Oktober 2016 07:37 wib
Sengaja di bakar, tindakan tegas polisi yg di tunggu
Isa
Senin, 17 Oktober 2016 07:37 wib
Alhamdllah, semiga tidak ada lgi asap
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru