riau24 Akibat Turap Di Kampung Kelakap Amblas Dan Roboh, Masyarakat Siak Kelabakan | Berita Riau
Jumat, 15 Desember 2017

Abrasi Sungai

Akibat Turap Di Kampung Kelakap Amblas Dan Roboh, Masyarakat Siak Kelabakan

0
Akibat Turap Di Kampung Kelakap Amblas Dan Roboh, Masyarakat Siak Kelabakan
Berita Riau -  Akibat Turap Di Kampung Kelakap Amblas Dan Roboh, Masyarakat Siak Kelabakan

Siak, Riau24.com - Turap (penahan abrasi, red) yang terdapat di pinggiran Sungai Siak Kampung Kelakap (Kepenghuluan Kampung Tengah, red) Kecamatan Mempura, secara mendadak amblas dan roboh ke sungai.

Kuat dugaan penimbunan dan dinding turap tersebut tidak mampu menahan terjangan gelombang Sungai Siak yang setiap hari menerjang.

Pantauan awak media Riau24.com di lapangan, sebagian turap tersebut saat ini sudah tidak lagi terlihat, karena sudah tenggelam ke dasar sungai akibat roboh diterjang ombak. Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi pada Jum’at (14/10/2016) petang, sekira pukul 16.00 WIB.

Sebagaimana dikemukakan oleh Penghulu Kampung Tengah Iskandar, dirinya mengaku terkejut setelah mendapat informasi dari salah seorang warga, yang mengabarkan bahwa turap Kelakap ambruk.

Inspektorat Tegaskan ASN Tak Boleh Berpolitik Praktis 

“Saya juga tidak tahu persis soal peristiwa ambruknya turap Kelakap ini, karena saya juga mendapat informasi dari warga pada sekitar pukul 17.00 WIB sore kemarin, yang kebetulan kemarin saya sedang berada di Pekanbaru, dan pagi tadi baru saya meninjau ke lokasi, ternyata benar turap Kelakap itu ambruk ke Sungai,” ujar Iskandar, Senin (17/10/2016).

Atas peristiwa ambruknya turap Kelakap dan longsornya timbunan yang dikerjakan pada tahun 2014 lalu itu, sejumlah pihak angkat bicara dan menyatakan rasa keprihatinannya, sebagaimana dikemukakan oleh Ketua Umum Ormas Masyarakat Peduli Kabupaten Siak (MPKS) Wan Hamzah.

“Kita sangat prihatin dengan peristiwa ambruknya turap jembatan Kelakap di Kepenghuluan Kampung Tengah itu. Dan peristiwa ini merupakan pelajaran bagi kita semua, agar ke depan setiap proyek yang dibangun melalui “Uang Rakyat” harus lebih ditingkatkan lagi pengawasannya oleh instansi terkait, sehingga kualitas bangunan bisa lebih kuat dan bertahan lama,” tegas Wan Hamzah.

Menanggapi ambruknya turap di sekitar jembatan Kelakap itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (BMP) Kabupaten Siak Irving Kahar Arifin, melalui Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Ardi Irfandi menjelaskan, bahwa turap yang ambruk tersebut merupakan bangunan tahun 2002 yang lalu.

Yang mana di area turap itu sudah 2 kali terjadi peristiwa yang sama, karena berdasarkan hasil peninjauan dan penelitian para ahli, ditemukan “palung” pada sekitar bangunan turap jembatan Kelakap tersebut.

“Turap yang ambruk itu merupakan bangunan lama tahun 2002 lalu, yang mana sesuai hasil penelitian sejumlah ahli ditemukan “palung” pada sekitar bangunannya. Dan peristiwa ambruknya turap kelakap itu juga sudah terjadi sebanyak 2 kali,” terang Ardi Irfandi.

Dijelaskannya juga, "palung" merupakan fenomena alam yang memang sulit untuk diatasi, karena pada "palung" itu terdapat pusaran air yang cukup deras dan dalam, apalagi posisi turap Kelakap tersebut berada pada ujung Suak (sungai kecil, red).
Sehingga tembakan arus air yang menghantam sekeliling turap itu begitu deras. Apalagi saat air sungai Siak sedang surut.

“Bangunan turap yang berada sekitar jembatan Kelakap itu posisinya pas pada ujung suak, sehingga setiap hari ditembak/diterobos oleh arus Sungai Siak yang keluar masuk pada saat terjadinya pasang-surut. Dengan ambruknya turap tersebut, maka otomatis timbunan tanahnya juga ikut turun (longsor, red). Dan bangunan itu yang menanganinya adalah bidang pengairan,” pungkasnya.   (***)



R24/lin 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru