riau24 Kekeringan Melanda Rohul, Warga Kini Krisis Air Bersih | Berita Riau
Sabtu, 16 Desember 2017

Cuaca Ekstrim

Kekeringan Melanda Rohul, Warga Kini Krisis Air Bersih

0
Kekeringan Melanda Rohul, Warga Kini Krisis Air Bersih
Berita Riau -  Kekeringan Melanda Rohul, Warga Kini Krisis Air Bersih
Rohul, Riau24.com - Akibat kemarau panjang yang melanda Indonesia beberapa bulan terakhir ini membuat debit air sungai Batang Lubuh dan sejumlah sungai lain di Rohul kini terus berkurang.

Tak hanya air sungai, kini warga pun mulai kekurangan air karena sumur warga banyak yang sudah tidak berair lagi.

Hal ini diakui oleh sejumlah warga Kaiti Desa Rambah Tengah Barat termasuk di Sialang Jaya, Kecamatan Rambah. Kini warga terpaksa mengandalkan aliran sungai Kaiti yang keruh untuk keperluan mandi dan cuci piring juga pakaian. Sementara sebagian warga Sialang Jaya yang lain memanfaatkan aliran irigasi Cipogas.

“Sebagian besar, warga sejak dua bulan terakhir ini memanfaatkan air sungai Kaiti untuk mandi, cuci pakaian dan cuci piring. Namun, ada warga yang mengangkuat air dengan menggunakan jerigan dari sungai juga dari aliran irigasi Cipogas untuk kebutuhan Mandi, Cuci, Kakus (MCK) dengan diangkut sepeda motor. Bila keluarga kecil, kebutuhan MCK bisa tiga jerigan sehari kalau keluarga besar tentu akan lebih banyak dari itu,” sebut Mida, warga Kaiti, Selasa (18/10/2016).


Septina Jarang Masuk Kantor, Erizal Muluk Mengaku Tidak Tahu

Tak berbeda dengan Mida, Yeti warga Kaiti lainnya terpaksa menempuh perjalanan sejauh 2 km untuk bisa sampai ke sungai Kaiti, dan itu dilakukan setiap hari. Setiap pagi dan sore hari, ia bersama tiga anaknya harus mandi, sekaligus cuci piring juga pakaian di sungai tersebut.

“Sudah sekitar 2 bulan ini kita harus bolak balik setiap pagi dan sore, hanya untuk mandi dan mencuci. Sebenarnya sungguh melelahkan, namun kita setiap hari butuh air untuk MCK. Kalau untuk air minum dan masak, kita beli air isi ulang dengan harga Rp 5 ribu per galonnya. Bagaimana lagi, air sumur sudah kering kerontang,” kata Yeti.

Setali tiga uang, Desa Pematang Berangan, Koto Tinggi, Sukamaju, Tanjung Belit, Rambah Tengah Utara serta desa lainnya di Kecamatan Rambah, termasuk desa-desa di kecamatan Bangun Purba, Kecamatan Rambah Samo, mengakui hampir keseluruhan sumur dan sumber mata air warga sudah mengering.

Di kawasan sungai Batang Lubuh Dua (jalan lingkar) Desa Pematang Berangan, kini dimanfaatkan masyarakat untuk MCK.  Bahkan dari pagi hingga malam hari, sungai tersebut terus didatangi warga bersama keluarganya dengan menggunakan kendaraan untuk mengambil air dan MCK. Tak pelak, kawasan sungai tersebut kini menjadi ramai dengan kerumunan warga.

“Saat ini kita terpaksa memanfaatkan sungai Batang Lubuh untuk kegiatan MCK sehari-hari. Sumur sudah kering, mau beli air bersih tidak mampu lagi. Apalagi kondisi ekonomi saat ini yang tidak lagi menentu. Kita berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohul segera memberikan solusi agar bisa turun hujan. Mungkin dengan cara dilakukan penyiraman garam di udara, atau dengan mengintruksikan seluruh kecamatan untuk menggelar shalat Istiqosah (shalat minta hujan-red) sehingga hujan bisa turun kembali dan sumur kami kembali berisi air,” harap Doni warga Pematang Berangan.

Walaupun beberapa waktu lalu pihak Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Rohul telah mendistribusikan air bersih ke daerah-daerah kekeringan air sesuai permintaan masyarakat, namun hal itu belum bisa memenuhi kebutuhan air warga lainnya yang ada di Rohul.
Karena, kekeringan akibat kemarau panjang hampir terjadi di seluruh kecamatan di Rohul, termasuk kawasan yang berada di tepian sungai-sungai besar.   (***)




R24/ags 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru