riau24 Diskanlut Tindak Kapal Tank Penangkap Kerang dari Tanjung Balai Asahan | Berita Riau
Sabtu, 16 Desember 2017

Nelayan Nakal

Diskanlut Tindak Kapal Tank Penangkap Kerang dari Tanjung Balai Asahan

0
Diskanlut Tindak Kapal Tank Penangkap Kerang dari Tanjung Balai Asahan
Berita Riau -  Diskanlut Tindak Kapal Tank Penangkap Kerang dari Tanjung Balai Asahan
Rohil, Riau24.com - Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) kembali lagi ‎mengingatkan Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlut) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil)  serta seluruh pihak terkait agar menindak tegas puluhan kapal tank penangkap kerang asal Tanjung Balai Asahan yang marak beroperasi diperairan Bagansiapiapi, Pulau Halang dan Sinaboi Rokan Hilir.
 
Hal tersebut ditegaskan oleh Murkan Muhammad Ketua DPC HNSI Kabupaten Rohil, Rabu (19/10). Dikatakannya, ‎penindakan tegas itu dimaksudkan untuk memberikan efek jera dan menyelamatkan populasi kerang dikawasan Selat Malaka, sekaligus memberikan rasa aman kepada nelayan tempatan yang menangkap kerang secara tradisional.

Pelantikan Ketua DPRD Riau, Septina Belum Pastikan Setnov Hadir 
 
Diterangkan Anggota DPRD Rohil ini, tank penangkap kerang ini adalah sejenis alat tangkap yang terbuat dari besi dan ditarik dengan menggunakan mesin. Penghasilan mereka mencapai 20 ton per kapal. Kalau sepuluh kapal berarti 200 ton untuk sekali tangkap. 
 
"Sayangnya kegiatan tersebut sangat berpotensi merusak dan menghancurkan sumberdaya hayati, terutama tempat berkembingbiaknya habitat kerang, sehingga harus ditindak tegas," pintanya.
 
Kegiatan seperti ini lanjutnya, sudah sering terjadi. Pihaknya menduga ada banyak orang yang terlibat "kongkalikong" atau "main mata" dalam kasus ini, mulai dari aparat keamanan, tokoh masyarakat, petugas pelabuhan hingga pegawai perikanan sendiri. 
 
Sudah bertahun-tahun kapal-kapal tank penangkap kerang beroperasi diperairan Rohil. Bagaimana mungkin mereka bebas mencuri, terus pergi tanpa ada yang tertangkap. 
 
"Pasti ada yang terlibat. Tidak mungkin tanpa ada bantuan pihak tertentu. Akibat ulah oknum yang tidak bertanggungjawab itu, tentu saja kita sangat prihatin terhadap nasib nelayan tradisional setempat yang saban hari menggantungkan hidup dari hasil menangkap kerang tersebut. Makanya sekali lagi kita meminta kepada seluruh pihak terkait untuk melakukan pengamanan dengan cara menindak tegas para pelakunya," tegasnya kembali.    (***)




R24/msy 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru