riau24 Masyarakat Kuansing Tak Kunjung Rasakan Proyek Senilai Ratusan Miliar | Berita Riau
Selasa, 06 Desember 2016

Pembangunan Infrastruktur

Masyarakat Kuansing Tak Kunjung Rasakan Proyek Senilai Ratusan Miliar

0
Masyarakat Kuansing Tak Kunjung Rasakan Proyek Senilai Ratusan Miliar
Berita Riau -  Masyarakat Kuansing Tak Kunjung Rasakan Proyek Senilai Ratusan Miliar
Kuansing, Riau24.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuantan Singingi, pada Kamis (20/10) siang, menerima dokumen pembangunan proyek Tiga Pilar yakni Universitas Islam Kuantan Singingi (Uniks), Pasar Tradisional Berbasis Modern dan Hotel Kuansing yang dibangun pada tahun 2014 silam.

Sebab, berbagai kalangan menilai, anggaran yang dihabiskan sebesar ratusan milyar sejak tahun 2014 silam untuk membangun tiga pilar, namun hingga saat ini pembangunannya tak kunjung selesai.

Oleh karena itu Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Wilayah (CKTR) menyerahkan dokumen tiga pilar ke kejari, yang diserahkan langsung oleh Kepala Bidang Tata Bangunan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Wilayah (CKTR) Alfion Hendra, ST kepada Kejari Kuansing Jufry, SH, MH melalui Kasi Intel Ravendra, SH yang juga ketua Tim TP4D di ruang kerjanya.


Milyaran Rupiah Dikucurkan Bagi PKH di Kuansing


Menurut Kejari Kuansing Jufry, SH, MH melalui Kasi Intel Ravendra, SH ketika dihubungi Riau24.com diruang kerjanya menyebutkan, Tim TP4D Kejari atas permohonan pendampingan dari Dinas CKTR Kuansing melakukan ekspose tentang permasalahan tiga pilar (dilakukan tanggal 5 oktober lalu di kejari).

Dalam ekspose tersebut, CKTR menyampaikan masalah tiga pilar, baik persentase kerja, tarmen (jangka waktu pelaksanaan proyek) sampai tahap pembayaran, ujarnya.

Oleh karena itu, tindakan yang dilakukan kejari kuansing, adalah meminta dokumen tiga pilar yang lengkap dengan setiap kegiatan maupun analisa untuk bahan pemeriksaan, tambahnya.

“TP4D kejari sebagai mediasi antara CKTR dengan Rekanan, agar bangunan yang telah jadi dapat dipertangungjawabkan,” tambahnya.

Sementara Kabid Tata Bangunan Dinas CKTR, Alfion Hendra, ST di sela-sela penyerahan dokumen ke kejari menyebutkan, “Dokumen yang kita serahkan ini, mulai dari pelelangan pembangunan tiga pilar, sampai pada tahap pembayaran, dan sebagainya,” ujarnya.

Sebelumnya, Rabu (5/10) lalu, Dinas CKTR Kuansing telah memaparkan persoalan yang terjadi terkait program tiga pilar di depan Tim Pengawal, Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Kuansing.
Turut hadir kepala Kejari Kuansing Jufri, SH, MH, Kasi Pidum 
Wahyu Hidayat, SH, Kasi Pidsus Jhon Leonardo Hutagalung, SH, Kasi Datun Effendi Zarkassy, SH serta jaksa fungsional lainnya.

"Sebab masih ada beberapa kegiatan yang belum dibayar Pemkab Kuansing kepada rekanan. TP4D akan berkoordinasi dengan LKPP dan BPKP. Yang jelas, kita akan identifikasi persoalannya satu per satu, untuk kemudian berkoordinasi dengan BPKP," tegasnya.

Sekedar diketahui, pembangunan tiga pilar yang dibangun tahun 2014 silam, sampai kini belum bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.  (***)




R24/zar 
 
 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam