riau24 Dinilai Belum Penting Dibentuk, Fraksi Demokrat Tolak Raperda Rabies | Berita Riau
Senin, 05 Desember 2016

DPRD Riau

Dinilai Belum Penting Dibentuk, Fraksi Demokrat Tolak Raperda Rabies

0
Rapat paripurna DPRD Riau tentang penyampaian pandangan fraksi terhadap raperda pengendalian ternak sapi dan kerbau betina produktif dan pengendalian dan penanggulangan Rabies
Berita Riau -  Dinilai Belum Penting Dibentuk, Fraksi Demokrat Tolak Raperda Rabies

Pekanbaru, Riau24.com- Meski beberapa fraksi menyetujui, namun Fraksi Demokrat DPRD Provinsi Riau menolak adanya usulan Ranperda Rabies oleh pemprov Riau yang diajukan kemarin itu.

Menurut fraksi demokrat dalam penyampaian pandangannya di DPRD Riau dalam rapat paripurna dalam hal ini yang disampaikan oleh Agus Triansyah Kamis (20/10/16) mengatakan bahwa raperda rabies belum terlalu penting di bentuk lantaran melihat
grafik rabies pertahun mengalami penurunan.

"Kita lihat grafiknya terus turun, jadi kami kira tidak perlu lagi perda, cukup untuk mengantisipasi Rabies ialah kontrol dari populasi perkembangan masyarakat serta melalui pendidikan di sekolah sudah bisa mengatasinya, ,"paparnya.

Jadi menurutnya apa yang dilakukan pemprov Riau dalam mengajukan perda saat ini hanya memuat argumen yang tidak perlu diusulkan.

"Kalau menurut kami cukup pergub saja yang diubah tidak usah membuat perda lagi, artinya dengan perkembangan manusia dalam hal mengontrol rabies serta pendidikan bisa akan turun, "terangnya.

Namun lanjutnya jika pemprov ingin juga membuat perda itu, dapatlah harus disesuaikan dengan daerah otonom.

"Kepada pansus nantinya dapat ditinjau ulang lagi, "paparnya

Semenatara itu untuk raperda pengendalian ternak sapi dan kerbau betina produktif , fraksi demokrat mengatakan menyetujui rancangan tersebut, sebab menurut fraksi demokrat hal tersebut bersentuhan langsung dengan masyarakat.

"Meski kita mendukung, namun ada catatan yang harus di koreksi dan diperbaiki dalam usulan Raperda ini, diantaranya pemrov tidak mencantumkan subtansi kearifan daerah yaitu tidak menyebutkan daerah mana yang memiliki keunggulan peternakan dan daerah mana yang perlu dibantu. Apakah sudah ada anggaranya atau bagaimana, seyogyanya itu dicantumkan, "paparnya.

Selain itu fraksi demokrat dalam usulan perda ini juga meminta pembangunan sarana dan prasaran, perlu di dukung, serta saksi pidana pemotongan ternak sapi dan kerbau betina produktif.(***)

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam