riau24 KPU Instruksikan Bapaslon Walikota Buka Rekening Kampanye Sebelum Penetapan | Berita Riau
Minggu, 11 Desember 2016

Pilwako Pekanbaru

KPU Instruksikan Bapaslon Walikota Buka Rekening Kampanye Sebelum Penetapan

0
Ilustrasi
Berita Riau -  KPU Instruksikan Bapaslon Walikota  Buka Rekening Kampanye Sebelum Penetapan

Pekanbaru, Riau24.com- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru saat ini belum menerima dana kampanye bakal pasangan calon (bapaslon) walikota Pekanbaru. Kendatipun demikian KPU memberi batas hingga tanggal 24 Oktober besok bakal pasangan calon sudah menyerahkan laporan bahwa mereka sudah membuka rekening untuk dana kampanye.

Demikian disampaikan oleh komisioner KPU kota Pekanbaru Anwir kepada Riau24.com Jumat (21/10/16). Ia mengatakan pembukaan rekening dana kampanye ini merupakan syarat yang harus dipenuhi oleh setiap bakal pasangan calon yang ingin maju dalam pilkada.

"Untuk saldonya seterah berapa, 100 ribu untuk awalnya tidak masalah, yang jelas mereka sudah membuat rekening bank. Namun sampai saat ini bapaslon yang menyerahkan kepada KPU belum ada. Jadi kita tunggu saja dalam penetapan nantinya apakah mereka sudah membuka atau belum,"katanya.

Bagi yang sudah menyerahkan nantinya dengan bentuk salinan no rekening bank , serta sudah ditetapkan sebagai calon walikota, maka proses selanjutnya tanggal 27 Oktober, mereka harus kembali melaporkan melaporkan dana kampanye tahap awalnya.

"Untuk jumlah dana kampenya sendiri, kita belum bisa memastikan berapa, sebab KPU terlebih dahulu melakukan konsultasi untuk merancang dengan pasangan calon berapa total jumlahnya yang sesuai dengan kebutuhan kampanye saat sekarang ini seperti makan, rapat dan lain lain. Jika sudah disepakati baru akan di buat SK nya beberapa jumlahnya."paparnya.

Namun Kalau untuk jumlah sumbangan dana kampanye ini, katanya sesuai aturannya untuk perorangan Rp75juta dan sumbangan partai politik Rp750 juta.

Ditanya sanksi bagi calon nantinya yang tidak melaporkan. Dana kampanye ia mengatakan akan berdampak pembatalan calon.

"Kalau tidak laporan dana kampanye tentu sanksinya pembatalan calon, namun sebelum itu tentunya melalui proses dahulu , dia ada namanya Laporan awal dana kampanye (LADK), kemudian di pertengahan ada namanya laporan penerimaan sumbangan dana kampanye (LPSDK) dan diakhir kampanye tanggal 11 Februari ada namanya laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye, disitu dilihat siapa yang melaporkan dan tidak. Dan di tanggal 12 Februari adalah penutupan rekening dana kampanye, yang kemudian dilaporkan kepada kami, untuk diaudit oleh akuntan publik, " tutupnya.(***).

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam