riau24 Pasien BPJS Sering Ditolak Rumah Sakit? Ini Alasannya | Berita Riau
Senin, 05 Desember 2016

Pekanbaru

Pasien BPJS Sering Ditolak Rumah Sakit? Ini Alasannya

0
Rumah Sakit Awal Bros taja gahtering media
Berita Riau -  Pasien BPJS Sering Ditolak Rumah Sakit? Ini Alasannya

Pekanbaru, Riau24.com- BPJS, Program pelayanan kesehatan dari pemerintah yang dibuat untuk memudahkan masyarakat, kerap kali malah menyusahkan karena tak jarang dari mereka yang membutuhkan layanan kesehatan ditolak dengan berbagai alasan dari rumah sakit (rs).

Mengklarifikasi polemik tersebut, dr. nurhidayati Endah Puspita Sari, MARS selaku Direktur RS Awal Bros Pekanbaru mengatakan, pelayanan kesehatan yang ditanggulangi dari BPJS dimana mengklaim sebagian besar penyakit menyebabkan pemerintah memperketat aturan dalam pelaksanaannya.

"Kita sering kali menangani kasus yang masyarakat merasa dirinya membutuhkan layanan kesehatan padahal menurut aturan dari Pemerintah, hal tersebut belum masuk kategori yang bisa dilayani BPJS kesehatan," ujar wanita yang lebih dikenal dengan dr. Ita di Awaloeddin Function Hall RS Awal Bros Pekanbaru, Sabtu (22/10/16).

Dikatakan dr. Ita, implikasi terkait persoalan tersebut adalah pihak RS terpaksa menolak untuk melayani pasien yang tidak masuk kategori dari BPJS. "Karena kalau tidak masuk kategori BPJS, kita rs yang tidak biayarkan oleh pemerintah," sambung dr. Ita.

Tak jarang karena menghindari kesan negatif untuk rs, pihak rs terpaksa menerima dengan konsekuensi pembayaran pelayanan ditanggung rs dan tidak pemerintah. "Tak jarang kita yang harus menanggung, kita hitung itu sebagai amal. Tapi tidak mungkin bisa sering begitu," kata dr. Ita.

Menurutnya, pemerintah melalui pelayanan BPJS mencoba menerapkan pelayanan kesehatan berjenjang untuk mencegah terjadinya membludaknya salah satu rs sehingga kedepannya bisa lebih merata.

Senada dengan dr. Ita, dr. Hani menyebutkan ada beberapa kasus yang kategorinya sudah diatur oleh pemerintah. "Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes), ada beberapa standarisasi yang diatur Pemerintah seperti misalnya penyakit demam yang dilayani BPJS adalah dengan suhu badan minimal 29 derajat," ujar dr. Hani.

Sehingga, masyarakat yang ingin mendapat layanan kesehatan dengan kasus yang sama tetapi suhu badan di bawah 29 derajat tidak bisa diberikan atau dilayani melalui program BPJS kesehatan.

R24/ntg

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam