Kamis, 24 April 2014
"Biadab" Ibu Jual Anak Kandung Sendiri Untuk Beli Miras
0
(R24/Net : Ilustrasi)
Sijunjung, (Riau24) --- Seorang ibu tega menjual anak kandungnya sendiri bernama DS (17) kepada lelaki hidung belang demi mendapatkan uang untuk bermabuk-mabukan.

DS dipaksa oleh ibu kandungnya sendiri, untuk melayani lelaki hidung belang. Uangnya diambil oleh sang ibu yang bernama Eti Selvi (35), untuk kesenangan dirinya sendiri, seperti untuk mabuk-mabukan.

Hal itu baru terungkap pada Sabtu malam (18/8) sekitar pukul 01.00 WIB di Sikabau Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya. Di kebun karet milik warga, DS digerayangi oleh lelaki hidung belang. Sedangkan sang ibu durjana mabuk-mabukan tak jauh dari lokasi tersebut.

Eti warga Kampung Baru kabupaten Sijunjung itu, sebelumnya sudah pernah mendekam di LP Perempuan Tanjung Pati, karena kasus kekerasan dalam rumah tangga. Ia melanggar Pasal 351 KUHAP tentang kekerasan dalam rumah tangga, yang mana ia pernah memukuli orang tuanya sendiri. Karena terbukti bersalah, ia dijatuhi hukuman 1 tahun penjara.

Ketika dilakukan penangkapan oleh Satpol PP pada Sabtu malam itu, Eti tidak melakukan perlawanan. Satpol PP mengirim Eti ke Panti Andam Dewi di Solok untuk dilakukan pembinaan

Sedangkan anaknya yang menjadi korban akan dibina dan dicarikan pekerjaan oleh Pemkab Dharmasraya, agar pekerjaan yang tidak ia harapkan tersebut akan menjadi jauh dari dirinya.

Korban akan merubah perilakunya, karena apa yang terjadi atas dirinya atas paksaan sang ibu. Ia sudah tak tahan lagi dengan apa yang dialaminya, sehingga mengungkap semua kejahatan ibu kandungnya itu.

Pengakuannya, pertama kali ia dijual oleh orang tuanya seharga Rp 300 ribu. Namun sampai sekarang ia tidak tahu siapa orangnya, tapi ibunya tahu siapa pelakunya. Ia hanya berharap pengalaman pahit itu tak terulang lagi. (ina*)

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     
riau24_xkfvl_660.jpg
Orang nomor satu di Provinsi Riau Anas Maamun, sebelum menjabat Gubernur Riau dirinya telah membuat suatu program dan berjanji untuk mensejahtrakan rakyat Riau, bahkan APBD Riau 2014 juga ingin dirubahnya karena Gubernur menilai tidak menyentuh rakyat.
riau24_j2mgg_640.jpg
Bangunan kos-kosan 70 Pintu yang terletak di Jalan Puyuh Kelurahan Kampung Melayu Kecamatan Sukajadi, dianggap tidak menaati aturan.
riau24_ptdmv_657.jpg
Tak seperti vagina, anus atau dubur memang tidak dipersiapkan untuk berhubungan seksual. Akibatnya, kebiasaan melakukan seks anal bisa menimbulkan bahaya kesehatan, mulai dari infeksi hingga kanker anus.
riau24_hgbwe_644.jpg
Saat ini ditengah hiruk pikuk pesta demokrasi lima tahunan di Indonesia, penulis mencoba mengamati secara sederhana beragam metode kampanye yang dilakukan dan dapat dilakukan oleh para kontestan pemilu yang akan bertarung memperebutkan hati rakyat
riau24_6eylt_659.jpg
Tepat di hari Senin, tanggal 21 April 2014, bertepatan dengan peringatan hari Bumi, hotel-hotel yang tergabung dalam grup Accor International serentak menghelat kegiatan peduli lingkungan dengan penanaman pohon.
riau24_9hrue_658.jpg
Meski cenderung berkembang lebih lambat dibanding jenis kanker yang lainnya, bukan berarti tidak ada gejala-gejala yang ditunjukkan ketika seseorang mengidap kanker tiroid.
riau24_jlzvy_641.jpg
Entah seperti apa penanganan kabut asap di Riau ini. Setelah sempat menghilang beberapa minggu, kini mulai udara mulai dipenuhi asap, meski masih dengan intensitas rendah.
riau24_q2bc6_642.jpg
Sudah tidak asing lagi bagi kita mendengar kata Angkringan. Tempat nongkrong yang menyediakan makanan dan minuman dikala malam hari ini, menjadi ikon bagi Daerah di Pulau Jawa.
  • Subscribe

    untuk mendapatkan berita terbaru

Baca

Versi mobile Riau24 disini

m.Riau24.com