riau24 Meskipun Kontraktor Bekerja Asal-Asalan, Bupati Kuansing Terkesan Tutup Mata | Berita Riau
Kamis, 08 Desember 2016

Pembangunan Infrastruktur

Meskipun Kontraktor Bekerja Asal-Asalan, Bupati Kuansing Terkesan Tutup Mata

0
Pembangunan Pasar Tradisional Kuansing
Berita Riau -  Meskipun Kontraktor Bekerja Asal-Asalan, Bupati Kuansing Terkesan Tutup Mata
Kuansing, Riau24.com - Bupati Kuantan Singingi Drs. H Mursini, M.Si hingga kini belum membuat daftar hitam para kontraktor proyek 3 pilar. Padahal para kontraktor tersebut belum mengerjakan proyek itu secara benar.

Padahal para tokoh warga Kuansing sangat berharap, Bupati Mursini bisa melaporkan kontraktor tersebut ke Badan Reserse Kriminal Polres Kuansing.

"Kami minta Bupati bisa memblacklist kontraktor tersebut. Selain diblacklist, kami juga minta dilaporkan saja ke Bareskrim," ungkap Edi, salah satu masyarakat anti korupsi Kuansing kepada wartawan.

Menurutnya, kontraktor tersebut menjadi biang keterlambatan pembangunan proyek 3 pilar, dan telah menyalahi Standard Operating Procedure (SOP) pembangunan.


Ini Tuntutan Massa Aksi Terhadap Pelantikan Istri RZ


"Saya hanya jelaskan tiga proyek pembangunan seperti hotel, Universitas Islam Kuantan Singingi (UNIKS) dan pasar tradisional berbasis modern," paparnya.

Sebagian kontraktor tersebut sudah mulai membangun fondasi bahkan dinding. Namun hasil bangunan yang dibuat kontraktor dinilai Edi sangat tidak layak. 

"Saat ini semua bangunan tak siap, karena banyak bagian yang tidak sesuai dengan bestek. Bahkan sejumlah bidang bangunan ada yang retak, keramik pecah, kaca sudah bolong hingga tumbuhan menyelimuti seluruh bagian bangunan," terangnya.

Di bangunan pasar tradisional, pemasangan besi diduga tidak sesuai ukuran khususnya dibagian kerangka atap. Selain itu sejumlah bangunan los pasar rusak, keramik pecah, dinding di coret-coret masyarakat. Jika ditinjau ke lokasi, saat ini irigasi sebagai saluran air tidak lancar.

"Pihak penyidik juga mestinya mengungkapkan dugaan korupsi pada pemasangan fasilitas penerangan listrik," tuturnya lagi.

Dia menduga, kontraktor itu membuat kesalahan dalam membangun. Sebab ditemukan tembok dengan besi yang tidak kuat dan goyang.

Menurut Edi, tiga proyek pilar yang sekarang terhenti itu membuat 
target Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat dalam membangun infrastruktur tak tercapai.  "Jika diteruskan pun mungkin tidak maksimal. Padahal proyek tersebut telah menghabiskan anggaran ratusan miliar rupiah tahun 2014 dan 2015," ujarnya.

Namun yang disayangkan, hingga kini bupati Mursini belum bertindak untuk memblakclist dan melaporkan kontraktor sebagai pemenang proyek kepolisian.
Sebab, 3 bangunan yang dibanggakan pada masa 
pemerintahan sebelumnya itu, terlihat bakal terancam hancur dan menjadi besi tua jika penanganannya lambat, ujarnya.

"Tiga bangunan yang dibanggakan pada masa pemerintahan sebelumnya bakal terancam hancur dan hanya akan menjadi besi tua jika penanganannya lambat. Ini berarti kerugian bagi negara dan daerah," sebutnya.   (***)



R24/zar
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam