riau24 Hindari Korupsi, Warga Kuansing Minta Ini Ke Bupati | Berita Riau
Kamis, 08 Desember 2016

Pembangunan Infrastruktur

Hindari Korupsi, Warga Kuansing Minta Ini Ke Bupati

0
Hindari Korupsi, Warga Kuansing Minta Ini Ke Bupati
Berita Riau -  Hindari Korupsi, Warga Kuansing Minta Ini Ke Bupati

Kuansing, Riau24.com - Terkait pembangunan infrastruktur bangunan di Kuansing yang dilakukan secara asal-asalan oleh kontraktor yang berhasil memenangkan tender, warga berharap agar untuk kedepannya bupati Mursini kedepannya memilih kontraktor dengan selektif.

Selain itu diharap juga membuat sistem baru yang memungkinkan warga dapat memantau proses penyelesaian setiap proyek.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Suluh Kuansing, Nerdi Wantomes menilai, proyek 3 pilar yang kini berjalan tersebut kuat dugaan terindikasi adanya Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN).

"Sangat disayangkan hingga saat ini belum ada ketegasan dari penegak hukum menindaklanjutinya", sesalnya.

Menurutnya, setelah pihak kejaksaan menerima berkas yang diberikan Dinas CKTR Kuansing, sudah seharusnya segera mengungkap dugaan praktek korupsi di tiga proyek pilar ini.

"Kami siap membantu kejaksaan jika diperlukan", ujarnya.


Meskipun Kontraktor Bekerja Asal-Asalan, Bupati Kuansing Terkesan Tutup Mata

Sebaliknya kata Nerdi, jika ogah memprosesnya, Kejaksaan Agung RI diharap bisa mengevaluasi kembali personil-personilnya yang ada di Kejari Kuansing.

Nerdi sendiri mengaku pernah melaporkan secara langsung ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi tiga pilar ini melalui surat resmi No. 071/LSM-SK/KS/V/2015 tertanggal 27 Mei 2015.

Kendatipun telah dilaporkan, namun Komisi Anti Rasuah itu hingga kini belum juga bergeming untuk menindaklanjuti.

"Tak satupun laporan yang masuk ke KPK itu ditindaklanjuti mereka. Khusus untuk KPK masyarakat Kuansing kecewa," tegasnya.

Sementara pihak Kejaksaan Negeri Kuansing melalui Kepala Seksi (Kasi) Intelijen, Ravendra, SH di Teluk Kuantan, Kamis (20/10/2016) mengaku sudah menerima seluruh dokumen terkait proyek pembangunan tiga pilar yang terindikasi sarat korupsi ini.

"Semua dokumen sudah di antar langsung oleh instansi terkait," paparnya.

Dokumen pembangunan Hotel, Universitas Islam Kuantan Singingi (UNIKS) dan pasar tradisional berbasis modern diantar langsung oleh Kepala Bidang Cita Karya dan Tata Bangunan yang memiliki kegiatan itu.

"Dokumen tersebut berisikan tentang seluruh proses mulai dari pelelangan, pekerjaan dan pembayaran dari setiap unit pekerjaan masing - masing bangunan untuk dilakukan analisa," tukasnya.   (***)




R24/zar 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam