riau24 Korupsi APBD Riau, Bupati Rokan Hulu Nonaktif Suparman Didakwa Terima Suap | Berita Riau
Senin, 05 Desember 2016

Sidang Perdana

Korupsi APBD Riau, Bupati Rokan Hulu Nonaktif Suparman Didakwa Terima Suap

0
Bupati Rokan Hulu Nonaktif Suparman seusai jalani sidang perdana di PN Tipikor Pekanbaru (Foto: Nof)
Berita Riau -  Korupsi APBD Riau, Bupati Rokan Hulu Nonaktif Suparman Didakwa Terima Suap
Pekanbaru, Riau24.com -  Bupati Rokan Hulu nonaktif Suparman menjalankan sidang perdana kasus suap pengesahan APBD Riau 2014, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pekanbaru, Selasa, 25 Oktober 2016.
 
Suparman duduk dikursi pesakitan bersama terdakwa lainnya Mantan Ketua DPRD Riau periode 2009 - 2014 Johar Firdaus. Keduanya didakwa bersama-sama Kirjuhari dan Riki Hariansyah menerima uang dan janji dari mantan Gubernur Riau Annas Maamun. 
 
Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi Trimulyono Hendradi mendakwa keduanya dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
 
Dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Rinaldi Triandiko, Jaksa Trimulyono menyebutkan kedua terdakwa telah menerima hadiah atau janji berupa uang Rp155 juta mantan Gubernur Riau Annas Maamun.
 
Keduanya juga menerima janji pinjam pakai kendaraan yang nantinya untuk dimiliki anggota DPRD Riau periode 2009 serta dijanjikan sejumlah uang. 
 
"Patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan sesuatu dalam jabatannya," kata Trimulyono, di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Selasa, 25 Oktober 2016. 
 
Menurut Trimulyono, hadiah atau janji tersebut diberikan agar kedua terdakwa segera memproses pengesahan rancangan APBD Riau 2014 dan rancangan APBD Riau 2015 menjadi APBD Perubahan 2014. Diharapkan anggaran itu disahkan sebelum proses pergantian anggota DPRD Riau hasil pemilihan legislatif 2014. 
 
"Perbuatan ini bertentangan dengan kewajiban para terdakwa selaku penyelenggara negara," ucapnya. 
 
Usai sidang, Suparman mengaku menghormati dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut KPK. Namun ia menilai terdapat dakwaan KPK tidak sesuai dengan fakta sebenarnya. Dengan demikian, Suparman memutuskan akan mengajukan eksepsi pada sidang selanjutnya. 
 
"Ada hak saya ajukan eksepsi, karena terdapat beberapa dakwaan perlu diperjelas lebih rinci," ujarnya. 
 
Kasus suap pembahasan APBD Riau sudah bergulir sampai ke pengadilan. Sebelumnya, KPK telah menetapkan bekas Gubernur Riau Annas Maamun dan bekas anggota DPRD Riau dari Fraksi PAN, Ahmad Kirjuhari, sebagai terdakwa. Pengadilan Negeri Pekanbaru menjatuhkan vonis terhadap Kirjuhari dengan pidana penjara selama 4 tahun.
 
Kirjuhari terbukti menerima Rp 1 miliar lebih 10 juta dari Annas Maamun. Sedangkan berkas dakwaan Annas Maamun belum masuk ke persidangan lantaran dia berhalangan karena sakit. Annas juga tengah menjalani proses hukum terkait dengan kasus suap alih fungsi lahan di KPK. (***)
 
R24/Nof
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam