riau24 Rasnan, Korban Lakalantas Yang Merasa Diperlakukan Tidak Adil Oleh Polres Rohul | Berita Riau
Senin, 05 Desember 2016

Lalu Lintas

Rasnan, Korban Lakalantas Yang Merasa Diperlakukan Tidak Adil Oleh Polres Rohul

0
Rasnan, Korban Lakalantas
Berita Riau -  Rasnan, Korban Lakalantas Yang Merasa Diperlakukan Tidak Adil Oleh Polres Rohul

Rohul, Riau24.com - Korban kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Simpang D Desa Rambah kecamatan Rambah Hilir, Rasnan (53), kini hanya bisa meratapi nasibnya.

Rasnan hanya bisa termenung sambil sesekali mengelus paha kirinya yang sudah terputus setelah sebelumnya bagian paha bawah hingga kakinya harus diamputasi saat ia menjadi korban kecelakaan lalu lintas (lakalantas).

Di dalam rumah papan berukuran 4 kali 5 meter tersebut, Rasnan bercerita, bagaimana proses kaki kirinya harus direlakan dipotong oleh tim dokter, setelah hancur akibat ditabrak sepeda motor, saat dirinya pulang shalat Tarawih dari Masjid Nurul Hikmah Simpang D dengan mengendarai sepeda motor Honda Revo dengan anaknya, 27 Juli 2016 lalu.

Badan Rasnan yang kini kelihatan pucat pasi dan kurus karena dirinya tidak bisa lagi beraktifitas. Untuk keluar rumahnya, kini ia harus menggunakan tongkat.
Rasnan kini hanya bisa berharap ada kemurahan hati dari polisi khususnya Polres Rohul, yang bisa mencarikan solusi agar dirinya bisa kembali cari nafkah guna membantu perekonomian keluarganya. Setelah kejadian kecelakaan tersebut, istrinyalah yang menggantikan posisi Rasnan dalam mencari uang. Diketahui sang istri kini bekerja sebagai penyadap (penakik) karet.


Ahok Ngamuk Karena Ada Kampanye Terselubung di Kantornya

“Anak saya lima orang, dua diantaranya tengah kuliah. Sejak kaki saya pontong saya tidak lagi bisa bekerja. Saat ini saya hanya mengandalkan isteri yang memotong karet di kebun kami. Dari hasil menyadap karet itu hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari. Kini saya sudah tidak bekerja lagi, karena kaki saya sudah cacat permenan. Apa lagi yang saya bisa kerjakan ?,” terangnya dengan nada sedih, Selasa (25/10/2016). 

Semula Rasnan hanya menerima permasalahan yang dihadapinya, namun kini dirinya mulai berpikir untuk merubah nasib agar perekonomian keluarganya tidak bertambah terpuruk. 

Saat kejadian tabrakan yang dilakukan Ariando,  salah seorang pria yang bekerja 
pada seorang toke sawit Manik warga Simpang D, menabrak dirinya dengan sepeda motor.

"Saat itu saya akan menyeberang jalan usai sholat tarawih. Tanpa diketahui sepeda motor RX King yang dikendarai Ariando yang saat itu tidak menghidupkan lampu menabrak sepeda motor saya,” ucapnya.
 

Saat itu, katanya lagi, dirinya terjatuh di aspal. Saat melihat kaki kiri, saya sudah menduga kaki saya patah. Lalu saya dilarikan ke RSUD Rohul untuk dapatkan pertolongan, kemudian karena tidak sanggup lalu dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Safira Pekanbaru.

“Di RS Safira tim dokter akhirnya mengamputasi kaki kiri saya, karena sudah hancur akibat ditabrak RX King Ariando yang cukup keras. Kini kaki kiri saya sudah tidak ada lagi, dan saya sudah tidak bisa bekerja, sementara ada 5 anak saya yang harus dipenuhi kebutuhan hidupnya dan sekolah mereka,” katanya dengan nada lirih.

Ariando yang menabrak dirinya sempat diamankan di Polsek Rambah Hilir, termasuk sepeda motornya. Tapi belakangan, Ariando yang dikabarkan sudah tidak di Polsek lagi kini sudah dilepaskan dan kembali ke kampung halamannya di Sumatera Utara.

“Kita juga dapat kabar, yang menabrak saya sudah tidak lagi di Polsek Rambah Hilir. Kita heran, kenapa dirinya tidak ditahan. Kemudian saya juga berharap sepeda motor saya yang masih di Mapolsek bisa dikembalikan, karena itu untuk kendaraan istri yang bekerja menakik karet,” harapnya.

Kasat Lantas Polres Rohul, AKP Dasmaliki yang dikonfirmasi terkait korban lakalantas yang kini minta bantuan agar sepeda motornya di Mapolsek Rambah Hilir agar bisa diambil kembali, termasuk menjelaskan mengapa pelaku penabrak dirinya kini sudah dilepaskan dan tidak dihukum, Dasmiliki yang baru menjabat Kasat Lantas mengaku tengah di Jakarta karena menghadiri kegiatan sosialiasi.

Namun dirinya berjanji, sepulangnya dari Jakarta akan panggil anggotanya dan menanyakan kronologisnya.
“Saya ada kegiatan di Jakarta, nanti seteleh kembali akan saya tanyakan ke anggota saya ya,” janjinya via telepon selular.

Rasnan juga mengaku, hingga kini baik keluarga yang menabrak termasuk toke sawit yang mempekerjakan Ariando, sama sekali tidak pernah membesuk dirinya.
Selama ini dirinya hanya bersabar sementara untuk biaya operasi dan perobatan sudah mencapai Rp 42 juta, sementara dirinya hanya dapat santunan dari Jasa Raharja Rp32,5 juta. 

“Keluarga penabrak maupun toke penabrak tidak pernah besuk saya. Yang saya herankan, kenapa Ariando dibebaskan tanpa ada proses hukum. Sepeda motor saya juga masih diamankan di Mapolsek Rambah Hilir hingga kini. Saya hanya berharap adanya solusi sehingga saya yang sudah cacat ini bisa membantu isteri yang kini sendirian banting tulang,” harapnya.   (***)



R24/ags 



Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam