riau24 Pendapatan Masyarakat Rohul Menurun, Akibatkan Penumpukan Hutang | Berita Riau
Rabu, 07 Desember 2016

Pemkab Rohul

Pendapatan Masyarakat Rohul Menurun, Akibatkan Penumpukan Hutang

0
Pendapatan Masyarakat Rohul Menurun, Akibatkan Penumpukan Hutang
Berita Riau -  Pendapatan Masyarakat Rohul Menurun, Akibatkan Penumpukan Hutang
Rohul, Riau24.com - P‎elaksana Tugas (Plt) Bupati Rokan Hulu (Rohul) H. Sukiman meresmikan 10 Badan Usaha Milik Desa (BUMdesa) baru yang dilaksanakan di Convention Haal Mesjid Agung Nasional Islamic Center, Rabu (26/10/16).
 
‎Sukiman menjelaskan, BUMdesa merupakan penggerak ekonomi masyarakat desa, untuk itulah kehadiran dari BUMdesa sangat diperlukan untuk kemajuan pembangunan desa. 
 
Sukiman mengatakan, BUMdesa yang ada di Rohul ini, juga sudah mengharumkan nama Rohul di kancah nasional. Dimana, Rohul menjadi tempat studi banding daerah luar karna BUMdesa nya berhasil. 
 
"Seperti yang kita ketahui, banyak kabupaten yang mengadakan studi banding ke tempat kita, seperti dari Sulawesi ‎dan lain-lainya," katanya. 
 
Peran Bumdes juga sangat penting untuk mendukung visi dan misi Pemkab Rohul, yakni membangun desa dan menata kota, dengan menggandeng BUMdesa dan usaha milik kelurahan (BUEK)‎, dirinya yakin visi dan misi Pemkab Rohul bisa terlaksana dengan baik. 


Ikut Acara BCA Fest Pekanbaru, Yuk.... !!! 
 
 
Sukiman menjelaskan, memang belakangan ini pendapatan masyarakat Rohul menurun akibat harga karet dan sawit belum stabil, yang berdampak pada tunggakan pinjaman. 
 
Untuk itulah, dirinya meminta kepada pengurus BUMdesa dan masyarakat saling bekerjasama menyangkut tunggakan, karena ini menyangkut perekonomian masyarakat.
 
"Kalau belum ada uangnya, ya minta waktu. Tapi jangan sampai gak dibayar, nanti BUMdesanya yang rugi," ungkapnya. 
 
Terkait adanya laporan tunggakan pinjaman perangkat desa, Sukiman meminta kepala desa untuk menyelesaikan masalah tunggakan, terlebih dia seorang PNS. 
 
"PNS dan Perangkat desa itu sebagai contoh masyarakat. Makanya sebagai contoh, ya berikan contoh yang baik kepada masyarakat," imbuhnya. 
 
Sebelumnya, Ketua Pelaksana Masnur dalam laporannya mengungkapkan, ‎ menata kota membangun desa, bersama BUMdesa dan BUEK, harus disinergikan. 
 
Diakuinya, dana awal yang bergulir di Bumdes pada 2005 hanya berjumlah Rp. 65 Milyar, dan saat ini berkembang menjadi Rp. 116 Milyar. Dengan perkembangan modal tersebut, tentunya perekonomian masyarakat akan meningkat. 
 
"Rp. 500 Milyar untuk total transaksi. Walaupun begitu, tetap masih ada kendala yang di hadapi dilapangan," terangnya. 
 
Seperti permasalahan tunggakan, dan SDM yang masih belum mumpuni. Bahkan tunggakan ini melibatkan perangkat desa, yang seharusnya menjadi contoh. 
 
"Kita berharap, dengan diresmikannya 10 BUMdesa yang baru bisa meningkatkan perekonomian desa. Dan dirinya berharap perangkat desa bisa memberikan contoh yang baik untuk masyarakat," pungkasnya.
 
‎Adapun 10 Bumdes tersebut yakni BUMdesa Tuah Kampung, Desa Sontang, Kasang Padang Mandiri, Desa Kasang Padang, Mahligai Sri Pauh, Desa Pauh, Anugrah Sejahtera, Desa Teluk Sono,‎ Cahaya baru, dan Desa Lubuk Bilang.
 
Selanjutnya, BUMdesa Aur Sejahtera Desa Teluk Aur, Mekar Jaya Desa Menaming, Ratu Jaya, Desa Rambah Tengah Utara, Makmur Jaya Desa Sungai Kemuning, dan BUMdesa Permata Jaya Desa Bagan Tujuh.    (***)
 
 
 

R24/ags 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam