riau24 Berjualan Disini Harus Pandai Lari | Berita Riau
Selasa, 06 Desember 2016

Nasib Penjual Lamang Tapai Pekanbaru

Berjualan Disini Harus Pandai Lari

0
Rita 45 tahun, penjual lamang tapai di pinggiran jalan sudirman Pekanbaru
Berita Riau -  Berjualan Disini Harus Pandai Lari

Pekanbaru, Riau24.comJalan Sudirman, Pekanbaru hampir tidak pernah sepi dari pengguna kendaraan roda dua ataupun roda empat.

Jika anda melewati jalan ini, coba sesekali memperhatikan ibu-ibu yang menyajikan dagangannya di sepanjang pinggiran jalan Sudirman tepatnya di sekitaran Hotel Pangeran Pekanbaru.

Hanya berjarak sekitar beberapa meter saja, ibu-ibu ini menyajikan dagangannya sambil berdiri di samping meja kayu. Sesekali ibu-ibu itu melambaikan tangannya sembari sedikit berteriak mengajak untuk mampir dan melihat dagangannya.
Mungkin masih banyak masyarakat Pekanbaru yang mungkin tidak tahu apa yang ada di atas meja kayu para ibu-ibu itu. Makanan yang dijual tersebut adalah salah satu makanan tradisional melayu, lamang (lemang) dan tapai.

Makanan yang biasanya banyak dijumpai saat bulan ramdhan ini ternyata masih bisa anda nikmati setiap hari. Makanan khas melayu ini memang memiliki cita rasa yang unik dan enak.

Lamang terbuat dari beras pulut dan beras ketan putih yang dicampur santan kelapa. Lalu dimasak di atas api dalam wajan yang menggunakan bambu yang di dalamnya dilapisi dengan daun pisang. Sedangkan tapai terbuat dari beras ketan hitam yang sudah dimasak dicampur dengan ragi dan diperam atau difermentasikan dalam waktu tertentu.

Rita, wanita 45 tahun salah seorang penjual lamang tapai mengatakan jika Lamang dimakan sendiri kurang sedap, begitu juga tapai.

"Enaknya dimakan bersaman dengan dicampur di dalam mangkok,"katanya.

Rita, yang sudah sejak tahun 2012 berjualan lamang tapai ini mengaku kalau selalu ada yang membeli. Harga lamang yang ia jual hanya berkisar Rp. 25.000 sedangkan tapai Rp. 35.000 saja.

"Sesekali semuanya terjual. Memang pembeli biasanya yang sudah berlangganan atau sering membeli, ada juga yang baru mencoba. Pembeli ya yang sudah lama tau. Kalau yang baru tau jarang. Bahkan ada yang membeli untuk ngidam istrinya," ujarnya.

Meskipun sudah lebih kurang 4 tahun berjualan, masih banyak kendala yang harus dia hadapi.

Terutama menghadapi petugas Satpol Pamong Praja (PP). Memang, para penjual lamang tapai di pinggir jalan ini tidak memiliki izin berjualan.

"Berjualan disini harus pandai lari. Karena sering kena razia petugas satpol PP. Kan pemerintah gak izinkan kami jualan disini. Kalau petugas sudah datang, sering bingung mau selamatkan yang mana, selamatkan lamang tapai, meja diangkut. Selamatkan meja kursi, jualan yang diangkut. Padahal tangan kita cuma dua," keluhnya.

Rita yang saat ini juga harus membiayai sekolah anaknya serta membantu memenuhi kebetuhan keluarganya sangat berharap walikota terpilih nantinya dapat memberikan izin kepada dirinya dan penjual lainnya untuk berjualan di pinggiran jalan Sudirman Pekanbaru ini.

"Yang kami jual ini juga makanan khas, biarkanlah kami berjualan disini. Dagangan kami pun kadang laku, kadang gak. Jangan ditambah lagi harus berurusan dengan satpol PP," keluhnya lagi.

Sejak pukul 11.00 WIB, Rita sudah mengambil posisi untuk berjualan dan pulang sudah magrib pukul 18.00 WIB. Panas maupun hujan sudah biasa ia tempuh. "Kami punya payung untuk berteduh," ujarnya.

 

R24/mla

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam