riau24 Besok, Walhi Riau Akan Lakukan Pra Peradilan SP3 15 Perusahaan Karhutla | Berita Riau
Senin, 05 Desember 2016

Pekanbaru

Besok, Walhi Riau Akan Lakukan Pra Peradilan SP3 15 Perusahaan Karhutla

0
Besok, Walhi Riau Akan Lakukan Pra Peradilan SP3 15 Perusahaan Karhutla
Berita Riau -  Besok, Walhi Riau Akan Lakukan Pra Peradilan SP3 15 Perusahaan Karhutla

Pekanbaru, Riau24.com- Sejak Juli 2016 lalu aksi mengenai pencabutan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap 15 perusahaan pembakar hutan dan lahan tak digubris oleh Polda Riau, maka besok, Selasa (1/11/2016) Walhi Riau memutuskan untuk menggunakan posisi hukumnya untuk membatalkan SP3 itu melalui mekanisme pra peradilan.


“Permohonan praperadilan ini akan secara resmi kami daftarkan besok di Pengadilan Negeri Pekanbaru. Pendaftaran akan dilakukan oleh kuasa kami yang memilih domisili hukum di Kantor LBH Pekanbaru. Langkah ini mempertegas pilihan kami melawan SP3,” ujar Direktur Eksekutif Walhi Riau, Riko Kurniawan, Senin (31/10/2016).


Sebelum pengajuan praperadilan ini, Kapolda Riau sempat mengabulkan tuntutan Walhi Riau dengan menyerahkan secara langsung 6 dokumen SP3 atas nama tersangka PT. Sumatera Riang Lestari, PT. Bukit Raya, Pelalawan, PT. Rimba Lazuardi, KUD Bina Jaya Langgam, PT.Parawira, Pelalawan dan PT. Riau Jaya Utama.


“Dari 6 dokumen yang kami dapat, kami memutuskan untuk terlebih dahulu mengajukan 1 permohonan pra peradilan terhadap SP3 yang diterbitkan oleh Polda Riau, atas nama PT. Sumatera Riang Lestari," ungkap Riko.


Lebih lanjut Riko menuturkan, alasan pihaknya mengajukan pra peradilan hanya terhadap satu perusahaan terlebih dahulu karena tidak keseluruhan dokumen SP3 tersebut diterbikan oleh Polda Riau.


"Dari 6 yang kami peroleh, tiga diantaranya diterbitkan oleh Polres Pelalawan. Pasca penentuan hari sidang pertama, kami akan majukan 2 pra peradilan secara terpisah, satu permohonan atas nama tiga korporasi di Pengadilan Negeri Pelalawan dan satunya untuk dua korporasi lainnya di Pengadilan Negeri Pekabaru,” tuturnya.


Sementara itu, Deputi Direktur Walhi Riau, Even Sembiring menyebut, dengan memperhatikan dokumen SP3 yang diperoleh pihaknya, secara jelas dan terang bahwa penerbitan SP3 tersebut dilakukan secara terburu-buru dan mengada-ada.


"Kami harap Pengadilan Negeri Pekanbaru bisa secara objektif menilai pengajuan pra peradilan ini, terlebih langkah ini ditujukan guna memuliakan keadilan yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Riau yang menjadi korban polusi asap dari bakaran di areal konsesi,” sebut Even.


Pengajuaan praperadilan ini diharapkan nantinya menjadi dasar pemaksa bagi Polda Riau dan jajaran Polres di bawahnya untuk membuka kembali penyidikan terhadap PT. Sumatera Riang Lestari.


“Pencabutan keputusan penghentian penyidikan merupakan salah satu sarana untuk mendorong dibukanya penyidikan kembali, langkah ini harus dilakukan karena setelah menunggu selama 3 bulan tidak ada tanda-tanda Polda Riau untuk membatalkan SP3 nya dan membuka kembali penyidikan terhadap PT. SRL dan korporasi lainnya,” ungkap advokat LBH Pekanbaru, Yadi Utokoy.


Rencananya pendaftaran permohonan pra peradilan akan dilangsungkan besok di kepaniteraan Pengadilan Negeri Pekanbaru.


Pengajuan pra peradilan terhadap pengehentian penyidikan pada PT. Sumatera Riang Lestari diharapkan menjadi langkah awal dimulainya kembali penyidikan terhadap korporasi tersebut dan 14 korporasi lainnya sehingga tidak lahir preseden, keberpihakan penegakan hukum pidana kepada korporasi, karena dalam catatan Walhi Riau, sepanjang 2013 hingga 2016 terdapat lebih dari 400 tersangka perorangan pembakaran hutan dan lahan yang ditangani Polda Riau dan jajaran.


Jumlah tersebut sangat timpang dari 20-an perkara yang melibatkan korporasi, dimana 15 diantaranya dihentikan penyidikannya.


“Praperadilan ini merupakan permohonan yang diajukan rakyat melalui Walhi yang diwakili oleh kuasa hukumnya, oleh karena itu kami berharap ketika pendaftaran dan proses-proses sidangnya nanti bisa dikawal bersama oleh seluruh masyarakat Riau,” tutup Aditya yang juga merupakan advokat dari LBH Pekanbaru.


R24/uci

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam