riau24 Warga Riau Ajukan Praperadilan SP3 Perusahaan Diduga Bakar Lahan | Berita Riau
Minggu, 11 Desember 2016

Kebakaran Hutan Dan Lahan

Warga Riau Ajukan Praperadilan SP3 Perusahaan Diduga Bakar Lahan

0
Hakim Sorta Ria Neva memeriksa kelengkapan legal standing dari kedua belah pihak (Foto:Nof)
Berita Riau -  Warga Riau Ajukan Praperadilan SP3 Perusahaan Diduga Bakar Lahan
Pekanbaru, Riau24.com - Pengadilan Negeri Pekanbaru menggelar sidang perdana Praperadilan atas terbitnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) perusahaan diduga membakar lahan oleh Kepolisian Daerah Riau. Sidang gugatan yang dilayangkan masyarakat korban asap Ferry itu dimulai dengan agenda pembacaan permohonan gugatan .
 
"Melihat dari pada gugatannya ini adalah sifatnya Citizen Lawsuit," kata Mejelis Hakim Sorta Ria Neva, saat membuka sidang, di PN Pekanbaru, Senin, 31 Oktober 2016. 
 
 
Sidang Praperadilan SP3 perusahaan diduga pembakar lahan tersebut merupakan gugatan dari masyarakat Riau yang diwakilkan kepada 10 penasehat hukum. Dalam permohonannya, masyarkat menilai terjadi kejanggalan dalam penerbitan SP3 perusahaan pembakar lahan yang menyebabkan bencana kabut asap di Riau pada 2015 silam. 
 
Dihadapan hakim tunggul Sorta Ria Neva, Ketua Tim Penasehat Hukum Masyarakat Zulkifli menyebutkan bahwa penghentian penyidikan perkara oleh Polda Riau tidak ada Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Polda Riau kepada Kejaksaan Tinggi Riau. "Penghentian perkara tanpa adanya tersangka," ucapnya. 
 
 
Selain itu kata Zulkifli, penghentian perkata tanpa adanya gelar perkara bersama dengan Kejaksaan Tinggi Riau. Zulkifli menambahkan, penghentian penyidikan perkara dilakukan dalam gelar perkara internal yang hanya dihadiri oleh Irwasda dan Dir Propam Polda Riau tanpa dihadiri Kepala Polda Riau. Saksi ahli yang dimintai keterangan oleh Polda Riau dianggap tidak berkopeten dalam kasuskebakran hutan dan lahan. 
 
 
Mendengar permohonan masyarakat, Hakim Sorta kemudian mengagendakan Polda Riau untuk menjawab gugatan tersebut, Selasa esok 1 Nopember 2016. 
 
 
Zulkifli menyatakan optimis gugatan Praperadilan warga terhadap 15 korporasi diduga bakar lahan diterima hakim. "Intinya kami minta Polda Riau membuka kembali SP3 15 perusahaan diduga bakar lahan itu," jelasnya. 
 
 
Sebelumnya, Kepolisian Daerah Riau mengaku siap menghadapi gugatan praperadilan atas penerbitan surat perintah penghentian penyidikan kasus dugaan keterlibatan 15 perusahaan dalam membakar lahan di Riau. 
 
 
Kepala Polda Riau Brigdir Jenderal Zulkarnain mendukung segala proses Praperadilan sepanjang prosedurnya memenuhi unsur yang berlaku. Dia berjanji akan mempercepat segala proses hukum jika nantinya pengadilan memutuskan membuka lagi SP3.
 
 
"Tapi itu kalau cukup unsurnya, kalau tidak cukup ya tidak bisa, kita hanya berikhtiar membuat terang sebuah perkara," ucanya. (***)
 
R24/Nof

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam