riau24 APKASINDO Bantu Replanting Kebun Kelapa Sawit Petani Rohul | Berita Riau
Rabu, 07 Desember 2016

Kelompok Tani

APKASINDO Bantu Replanting Kebun Kelapa Sawit Petani Rohul

0
APKASINDO Bantu Replanting Kebun Kelapa Sawit Petani Rohul
Berita Riau -  APKASINDO Bantu Replanting Kebun Kelapa Sawit Petani Rohul

Rohul, Riau24.com - Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia (DPD-APKASINDO) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), setelah memfasilitasi 50 petani kelapa sawit untuk mendapatkan pelatihan, kedepannya para petani sawit tersebut akan dibantu untuk replanting dini seluruh perkebunan kelapa sawit petani di Rohul.

Replanting dini menurut Ketua DPD-APKASINDO Rohul, H Ardiman Daulay, Senin (31/10/2016), perlu dilakukan agar petani kelapa sawit di Rohul tidak tekor 33 tahun, akibat keselahan dalam pemilihan dan penanaman bibit atau benih kelapa sawit selama ini. 

“Karena kita melihat, ternyata hampir sebagian besar bibit kelapa sawit yang ditanam petani kita di Rohul tidak bibit unggul. Setelah kita bersama 50 petani di Rohul ke Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) unit Marehat, Dalu-dalu Kabupaten Rohul beberapa waktu lalu, baru kita mengetahui bibit yang benar termasuk cara kita mendapatkannya. Bukan hanya itu saja, kita juga mendapatkan ilmu bagaimana memperlakukan tanaman agar buahnya bisa sesuai standar yang dibutuhkan untuk hasilkan CPO yang baik,” kata H Ardiman, yang juga mantan anggota DPRD Rohul.


Harapan Kapolres Tambusai Tentang Turnamen Sepak Takraw Di Rohul

APKASINDO sendiri jelas Ardiman, kini tengah melakukan berbagai upaya dan kerjasama dengan sejumlah bank, agar nantinya bisa mengucurkan bantuan bagi petani, selama mereka repanting 3 tahun. Artinya, bagaimana menunggu waktu 3 tahun baru bisa dipanen setelah replanting, kebutuhan petani bisa terpenuhi.

“Biar tekor 3 tahun petani, setelah itu menikmati hasilnya daripada tekor 33 tahun. Karena bila tidak direplanting, maka hasil yang didapatkan tidak maksimal. Kita lihat, produksi kelapa sawit petani masih minim, hanya 20 hingga 24 ton per tahunnya, atau rata-rata sekali panen per dua minggu hanya 500 kg atau 1 ton per bulannya. Sedangkan produksi kelapa sawit perusahaan bisa capai rata-rata 30 ton per hektar per tahunnya,” ungkapnya.

Kemudian, dengan memilih benih atau bibit unggul, maka petani sudah mendapatkan jaminan hasil produksi kelapa sawitnya sesuai standart.

Seperti bibit yang dihasilkan Marihat, jelas dari kunjungan ke lapangan hasilnya terjamin, dan petani sendiri dapatkan pembinaan serta bibitnya bersersertifikasi. 

“Nantinya, mereka yang dapat replanting merupakan anggota APKASINDO, nantinya petani akan diberikan berupa dana talangan untuk replanting Rp25 juta per herktarnnya, bagi yang mengajukan untuk direpanting. Kita masih meoby bank yang nantinya bisa kucurkan dana untuk pinjaman selama 3 tahun, dan ditahun ketiga baru dicicil petani untuk Rp30 juta per petani, karena biaya beli bibit, perawatan dan pengolahan lahan di perkirakan Rp25 juta per hektarnya. Dan sisanya Rp5 juta untuk biaya petani selama menunggu panen 3 tahun,” ucapnya.   (***)
 


R24/ags

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam