riau24 Memalukan, Kondom Bekas Berserakan Di Tangsi Belanda Peningalan Sejarah Siak | Berita Riau
Kamis, 08 Desember 2016

Perbuatan Asusila

Memalukan, Kondom Bekas Berserakan Di Tangsi Belanda Peningalan Sejarah Siak

0
Memalukan, Kondom Bekas Berserakan Di Tangsi Belanda Peningalan Sejarah Siak
Berita Riau -  Memalukan, Kondom Bekas Berserakan Di Tangsi Belanda Peningalan Sejarah Siak

Siak, Riau24.com - Tangsi Belanda atau bangunan yang dikenal dengan sebutan benteng merupakan bukti sejarah perjuangan masa lalu di Siak Sri Indrapura, bangunan ini terletak di Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak. Bangunan ini telah berdiri di awal abad 20.

Dikenal dengan sebutan Tangsi Belanda karena sebagian ruangan digunakan oleh militer Belanda sebagai jeruji besi untuk menahan tahanan di masa lalu. Ruangan lainnya dipakai sebagai kantor (ruang administrasi) dan juga tempat penyimpanan senjata.

3 buah gedung tersbut beridiri diatas lahan seluas lebih kurang 250 meter persegi ini, masing-masing terdiri dari dua lantai. Seluruh bangunan ini dipagari dengan pagar kawat setinggi lebih kurang dua meter.

Pada bagian bawah bangunan terdapat beberapa ruangan. Pada masa itu, ruangan bawah in difungsikan sebagai ruang jaga dan juga kantor. Sementara itu pada ruangan bangunan kedua, pernah difungsikan sebagai rumah sakit dan kamar mayat. Sedangkan pada lantai dua difungsikan sebagai asrama atau tempat tinggal.

Baca Juga :
Ratusan Umat Muslim di Riau Ikut Aksi 4 November di Jakarta 

Saat ini dua bangunan yang terletak di belakang telah dipugarkan, tampak atap, kusen cendela masih baru, dengan cat baru. Sementara bangunan bagian depan terlihat masih asli, namun kondisinya memprihatinkan, atap dan lanti papan sudah banyak yang runtuh, jendela dan pintu sudah lapuk. Terlihat bangunan ini usang dimakan waktu, namun jika kita perhatikan bangunan usang ini penuh nuansa tempo dulu.

Belakangan ini kondisi bangunan peninggalan zaman kolonial itu beransur rusak dan kurang perawatan. Parahnya lagi, pada bagian lantai dua bangunan terdapat kondom bekas berserakan.

Para peserta gotong royong (Goro) terkejut dan marah saat melihat alat kontrasepsi berupa Kondom ditemukan berserakan di lantai 2 bangunan tangsi Belanda.

"Parah, situs sejarah pun bisa dibuat tempat mesum. Ini harus dirawat dan di jaga dengan baik," ujar salah seorang yang sedang melakukan gotong-royong membersihkan bangunan baru baru ini. 

Kegiatan goro dilakukan puluhan Masyarakat Peduli Kabupaten Siak (MPKS) bekerja sama dengan unsur TNI, Polri, Mahasiswi Akbid Salma, dan beberapa LSM yang ada di Siak.

Ketua MPKS Wan Hamzah mengaku sangat menyayangkan adanya temuan alat kontrasepsi berserakan di sekitar bangunan bersejarah itu. Ini disebabkan kurangnya pengawasan dari pihak terkait sehingga tempat ini disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

" Bangunan ini dipugarkan tahun 2013. Kini kondisinya sudah banyak yang rusak. Kabel listrik dan lampu hilang. Hal itu sangat merusak pemandangan. Sesuai undang-undang, itu sudah melawan hukum karena merusak cagar budaya," tegasnya.

Wan Hamzah menambahkan, gotong-royong ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda. Dengan semangat pemuda pula diharapkan kedepan mampu melahirkan pemuda-pemudi yang kreatif untuk membawa perubahan yang lebih baik.

Selain itu, goro ini juga bentuk dukungan mereka terhadap pemerintah untuk menjadikan Siak sebagai destinasi wisata, memiliki nilai histori yang tinggi Tangsi Belanda juga memiliki nilai jual dalam menarik wisatawan.    (***)



R24/lin 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam