riau24 Jambore Masyarakat Gambut, Ini Seruan Masyarakat Gambut Riau | Berita Riau
Minggu, 11 Desember 2016

Pekanbaru

Jambore Masyarakat Gambut, Ini Seruan Masyarakat Gambut Riau

0
Jambore Masyarakat Gambut, Ini Seruan Masyarakat Gambut Riau
Berita Riau -  Jambore Masyarakat Gambut, Ini Seruan Masyarakat Gambut Riau

Pekanbaru, Riau24.com- Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman akan melepas sebanyak 139 masyarakat gambut Riau yang hendak mengikuti Jambore Masyarakat Gambut di Jambi, 5-7 November 2016 mendatang. Jaringan Masyarakat Gambut Riau (JMGR) dan 7 perwakilan warga tersebut bersama Jikalahi dan Walhi menyerukan penegasan atas sikap yang jelas terkait lahan gambut kepada pemerintah.


Tujuh perwakilan warga yang mengikuti Jambore Masyarakat Gambut itu berasal dari Kabupaten Bengkalis, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Siak, Pelalawan, Kepulauan Meranti dan Rokan Hilir.


"Agar merealisasikan janji memberikan ruang kelola rakyat berupa perhutanan sosial dengan cara mereview izin-izin korporasi industri HTI dan sawit yang beroperasi di atas lahan gambut. Termasuk perhutanan sosial dalam PIAPS untuk rakyat," ungkap Direktur Eksekutif Walhi Riau, Riko Kurniawan, Kamis (3/11/2016).


Setakat ini, ruang kelola rakyat khusus di atas lahan gambut dimonopoli korporasi HTI dan sawit hingga menyebabkan kerusakan gambut.


"Pola pengelolaan oleh industri ekstraktif sumber daya alam melalui kanalisasi adalah penyebab utama kekeringan kerusakan fungsi hidrologis gambut. Kondisi ini berimplikasi pada kebakaran hutan dan lahan selama 19 tahun berturut-turut di Riau yang merusak ekosistem gambut," ujar Sekjen JMGR, Isnadi.


Selain itu, Isnadi juga mengatakan masyarakat adat dan lokal yang hidup di ekosistem gambut mengalami kesulitan akibat ekspansi industri ekstraktif sumber daya alam dan minimnya dukungan pemerintah, berupa ketidakpastian tenurial masyarakat atas ekosistem gambut, stigma masyarakat adat dan lokal sebagai perusak ekosistem gambut dan minimnya dukungan ekonomi lokal dalam pengelolaan ekosistem gambut oleh masyarakat yang berkelanjutan.


Di sisi lain, Jikalahari mencatat tujuh kabupaten yang mengikuti jambore itu merupakan koridor gambut dengan kedalaman gambut hingga lebih daru 17 meter.


"Di tujuh kabupaten itu setiap tahun terbakar sejak perusahaan HTI dan sawit beroperasi merusak gambut dengan cara membuka kanal dan mengeruk hutan alam di atas gambut," tutur Koordinator Jikalahari, Woro Supartinah.


Ditengah Jambore Masyarakat Gambut, semangat untuk menyelamatkan gambut dengan berbagi narasi perjuangan menjadi pemicu untuk kembalu meneguhkan gambut untuk rakyat.


"Masyarakat harus menjadi aktor kunci dalam penyelamatan, perlindungan dan perbaikan ekosistem gambut, masyarakat gambut mempunya model dan tata kelola yang arif dan berkeadilan dengan pengetahuan yang telah turun temurun," tutup Isnadi.


R24/uci

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam