riau24 Dumai Layak Dijadikan Kawasan Ekonomi CPO Menperin RI Kunker ke Wilmar | Berita Riau
Selasa, 06 Desember 2016

Kunjungan Menteri

Dumai Layak Dijadikan Kawasan Ekonomi CPO Menperin RI Kunker ke Wilmar

0
Dumai Layak Dijadikan Kawasan Ekonomi CPO Menperin RI Kunker ke Wilmar
Berita Riau -  Dumai Layak Dijadikan Kawasan Ekonomi CPO Menperin RI Kunker ke Wilmar

Dumai, Riau24.com – PT. Wilmar Nabati Group yang berada di Kawasan Industri Dumai (KID) Pelintung Kecamatan Medang Kampai Kota Dumai mendapat kunjungan kerja (Kunker) oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Republik Indonesia Airlangga Hartarto pada Kamis (03/11).

Kedatangan Menperin RI dan Gubri H. Arsyadjuliandi Rahman disambut oleh Walikota Dumai Drs Zulkifli As, Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo SE dan Ketua DPRD Dumai Gusri Effendi di Bandara Pinang Kampai, Jalan Soekarno – Hatta, Dumai.

Turut hadir dalam penyambutan kedatangan Menprindag dan Gubri, antaranya Kadisprindag Kota Bumai, H. Zulkarnaen, Kepala BPTPM Kota Dumai Hendri Sandra, Kabag Humas Pemko Dumai H. Basri, AP, Damdim 0320 Dumai, Danlanal Dumai, Dansat Radar Dumai, Kapolres Dumai, dan Ketua LAMR Kota Dumai.

Dalam kunjungannya ke lokasi KID Wilmar Group Pelintung, Menteri Perindustrian yang didampingi Gubernur Riau (Gubri) H. Arsyadjuliandi Rahman, Walikota Dumai Zulkifli As dan Kapolda Riau Brigjen Zulkarnain Adinegara dan rombongan meninjau langsung pelabuhan dan beberapa fasilitas yang ada di PT Wilmar.


Baca Juga :
Aksi Demo Menyambut Kedatangan Menperin di KID Pelintung

Selain itu, Menprindag juga melakukan pertemuan dengan petinggi perusahaan Wilmar Nabati terkait rencana menjadikan Dumai sebagai kawasan ekonomi CPO atau Palm Oil Green Economic Zone dalam mendorong produksi CPO dan memperkuat daya saing kawasan penghasil kelapa sawit di kancah Internasional.

Airlangga Hartanto mengatakan, Dumai layak ditetapkan sebagai kawasan ekonomi CPO atau Palm Oil Green Economic Zone.

“Dari empat daerah yang masuk verifikasi sebagai kawasan ekonomi CPO atau Palm Oil Green Economic Zone seperti Sei Mangke Provinsi Sumatera Utara dan Bontang Kalimantan Timur, hanya Dumai yang memenuhi syarat dan memiliki daerah perindustrian strategis dekat dengan Negara tetangga yakni Malaysia,” terangnya.

Menurut Airlangga, dibentuknya kawasan ekonomi CPO atau Palm Oil Green Economic Zone adalah untuk mengatasi kesenjangan pembangunan sektor industri dan membangkitkan upaya pengembangan industri di seluruh wilayah serta untuk menyamakan standar Indonesian Sustainable Palm Oil dengan Malaysian Sustainable Palm Oil.

Sebelumnya, Menperin mendorong Kota Dumai masuk dalam zona ekonomi CPO berdasarkan kesepakatan bersama dengan Malaysia dalam Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) di Pekanbaru Riau belum lama ini.

Pembentukan zona ekonomi CPO untuk mendorong produksi CPO dan memperkuat daya saing kawasan penghasil kelapa sawit di kancah Internasional. Karena itu perlu kesepakatan dan persamaan pemikiran dua negara mengingat Indonesia dan Malaysia merupakan pemain CPO terbesar di dunia bertujuan menyamakan standar.

"Riau punya daerah perindustrian strategis berbatasan dengan Malaka dan harus dapat dijadikan peluang kerjasama dengan Malaysia, dan khusus Dumai masuk dalam kawasan zona ekonomi CPO,” katanya.

Sementara, Wali Kota Dumai Zulkifli As menyebut pembahasan persiapan zona ekonomi CPO dengan Menteri Perindustrian RI memang sudah dijadwalkan sekaligus untuk koordinasi.

“Kita masih terus lakukan koordinasi terkait zona ekonomi CPO ini,” ujarnya singkat.  (***)




R24/dik 

 

 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam